Terdakwa Korupsi Pengadaan Quran Divonis Bersalah
Aktual

Terdakwa Korupsi Pengadaan Quran Divonis Bersalah

Oleh:
ANT
Bacaan 2 Menit
Terdakwa Korupsi Pengadaan Quran Divonis Bersalah
Hukumonline

Terdakwa kasus korupsi pengadaan laboratorium komputer dan penggandaan Al Quran tahun anggaran 2011-2012 anggota Komisi VIII DPR fraksi Partai Golkar non-aktif Zulkarnaen Djabar dan anaknya Dendy Prasetia Zulkarnaen Putra divonis penjara masing-masing 15 dan 8 tahun.

"Menyatakan bahwa terdakwa 1 Zulkarnaen Djabar dan terdakwa 2 Dendy Prasetia terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama yang merupakan gabungan beberapa perbuatan sebagaimana dalam dakwaan primer dengan menjatuhkan pidana kepada terdakwa Zulkarnaen Djabar pidana penjara 15 tahun dan denda Rp300 juta dan subsider 1 bulan kurungan sedangkan terdakwa Dendy Prasetia pidana penjara 8 tahun dan denda Rp300 juta subsider 1 bulan kurungan," kata ketua majelis hakim Aviantara dalam sidang di pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis.

Vonis itu berdasarkan pasal 12 huruf b juncto pasal 18 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto pasal 65 KUHP.

Putusan Zulkarnaen itu lebih tinggi dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum KPK yang menuntut 12 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 5 bulan kurungan dan sedangkan Dendy dituntut 9 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan.

"Perbuatan terdakwa 1 dan 2 menciderai umat Islam karena terkait pengadaan kitab suci Al Quran dan menghambat pemenuhan Al Quran yang sangat dibutuhkan umat Islam dan tentu menghambat peningkatan beribadah, ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT," kata anggota majelis hakim Hendra Yosfin saat membacakan hal yang memberatkan atas keduanya.

Tags: