Terorisme: Pengertian, Faktor Penyebab, dan Jenis-Jenisnya
Terbaru

Terorisme: Pengertian, Faktor Penyebab, dan Jenis-Jenisnya

Terorisme adalah perbuatan yang menimbulkan suasana teror secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal.

Tim Hukumonline
Bacaan 4 Menit

Jenis-Jenis Terorisme dan Contohnya
Ada banyak cara penyebaran teror yang dilakukan teroris, seperti pembunuhan, pengeboman, pembajakan, penculikan, hingga pemusnahan massal. Sehubungan dengan itu, Hery Firmansyah dalam Upaya Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme di Indonesia, mengklasifikasikan aksi teror ke dalam empat kategori:

1. Irrational Terrorism 
Motif yang pertama ini tujuannya tidak masuk akal sehat atau irasional. Teror yang masuk dalam kategori ini, yaitu salvation (pengorbanan diri) dan madness (kegilaan). Contoh aksi irrational teorism yang paling sering dilakukan teroris di tanah air adalah pengorbanan diri dengan bentuk bom bunuh diri. 

2. Criminal Terrorism 
Motif ini dilatarbelakangi oleh adanya suatu kepentingan. Bisa kepentingan agama atau kepercayaan tertentu. Bentuk atau contoh aksinya berupa kegiatan teror dengan motif balas dendam. 

3. Political Terrorism 
Dalam negara mapan berdemokrasi dengan supremasi hukum yang kuat, political terrorism biasanya digunakan untuk mengubah suatu kebijakan. Akan tetapi, dalam negara yang supremasi hukumnya belum mapan, political terrorism digunakan dengan tujuan merombak struktur politik. Meski berbeda, secara garis besar political terrorism digunakan sebagai alat untuk menekan atau mengubah keseimbangan. 

4. State Terrorism
Istilah state terrorism digunakan PBB saat melihat kondisi sosial politik di Afrika Selatan, Israel, dan negara-negara Eropa Timur. Warga di negara tersebut mengalami intimidasi, ancaman, dan berbagai penganiayaan yang dilakukan oleh oknum negara, termasuk para penegak hukumnya. 

Contoh aksi teror yang dilakukan biasanya berbentuk penculikan para aktivis. Teror ini dilakukan negara dan aparatnya atas nama kekuasaan, stabilitas politik, dan kepentingan elit tertentu. Atas dasar ini, negara merasa sah dalam menggunakan kekerasan dan teror lainnya guna merepresi dan memadamkan kelompok-kelompok kritis dalam masyarakat. 

Follow Official Whatsapp Channel Hukumonline untuk mendapatkan update terkini seputar dunia hukum Indonesia sekarang juga! Klik link berikut untuk bergabung!

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info