The Briefing, Komitmen IndoLaw Membangun Lawyer-nya Sendiri
Terbaru

The Briefing, Komitmen IndoLaw Membangun Lawyer-nya Sendiri

Investasi terbaik sebuah kantor hukum adalah membangun lawyer-nya sendiri.

Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 4 Menit
The Briefing: IndoLaw's Young Lawyers Continuing Professional Development (CPD). Foto: istimewa.
The Briefing: IndoLaw's Young Lawyers Continuing Professional Development (CPD). Foto: istimewa.

Kali pertama masuk ke sebuah kantor hukum, lawyer muda kerap harus berjibaku dengan mekanisme trial and errors. Terjun langsung ke lapangan, kadang kala tanpa bekal yang cukup, sudah jadi makanan sehari-hari. Mereka kemudian belajar dari kesalahan-kesalahan ‘mahal’, apalagi di tengah industri hukum yang bergerak dinamis.

 

Seiring waktu, tantangan yang dihadapi klien makin kompleks. Itu sebabnya, alih-alih menjadi tempat mencari nafkah, kantor hukum juga harus bertransformasi jadi institusi pendidikan berkelanjutan. Sejak 21 April 2026, Kantor Hukum Officium Nobile IndoLaw menjalankan program internal yang mereka sebut The Briefing: IndoLaw's Young Lawyers Continuing Professional Development (CPD). Singkatnya, The Briefing merupakan sesi pengembangan kapasitas yang digelar setiap minggu di House of IndoLaw, Sampoerna Strategic Square, South Tower, Penthouse 32, Jakarta Selatan. 

 

Direktur dan Senior Partner IndoLaw, Ibrahim Massidenreng menegaskan, The Briefing merupakan komitmen nyata kantor hukum dalam membangun generasi advokat muda yang adaptif, kolaboratif, dan percaya diri. 

 

“Kami percaya regenerasi profesi hukum harus dimulai sejak dini, dengan pembekalan keterampilan praktis sekaligus penanaman nilai-nilai pro bono. Lawyer muda bukan hanya dituntut kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan tanggung jawab moral,” ujar Ibrahim. 

 

Wadah Belajar yang Komprehensif 

Hukumonline.com

The Briefing. Foto: istimewa. 

 

Tidak mudah menjadi seorang lawyer andal. Pada satu sisi, ada tuntutan standar kompetensi yang tinggi untuk mengatasi masalah klien. Namun, pada sisi lain, sistem pendidikan hukum belum sepenuhnya menjembatani gap antara situasi akademis dengan praktik. Gap ini sebetulnya dapat diisi oleh kantor hukum. Apalagi, investasi pada pengembangan sumber daya manusia adalah keputusan yang bijak. Lawyer terlatih, dipastikan dapat menghasilkan pekerjaan yang lebih berkualitas, jarang membuat kesalahan fatal, dan tumbuh jadi aset berharga bagi kantor hukum. Sebaliknya, mereka yang dibiarkan berkembang sendiri tanpa arah justru punya risiko bagi rendahnya kualitas hingga reputasi kantor.

 

The Briefing sendiri dirancang sebagai wadah pembelajaran komprehensif. Setiap sesinya terstruktur agar tetap relevan dengan berbagai aspek keterampilan yang dibutuhkan seorang lawyer muda. Peserta dilatih untuk menguasai lawyering communication skills, penyusunan legal opinion dan legal memo, memahami cara kerja kantor hukum, sampai penggunaan instrumen informasi dan teknologi di era digitalisasi.

 

Hal yang menarik, IndoLaw juga tidak memisahkan kompetensi teknis dan etis. Sejak sesi pertama, misalnya, nilai pro bono sudah ditanamkan dan jadi bagian yang tak terpisahkan dari identitas profesional seorang lawyer. Hal ini penting, mengingat profesi hukum punya tanggung jawab sosial yang nyata.  

 

The Briefing diasuh langsung oleh Partner IndoLaw, Gio Louhenapessy (Gio). Ia adalah seorang advokat, business and corporate legal consultant, kurator, dan pengurus. Pengalamannya yang dalam di bidang hukum bisnis dan kepailitan, dapat membuka akses bagi peserta ke wawasan praktis.

 

Program ini juga menghadirkan perspektif global dari Foreign Counsel di IndoLaw sekaligus Guest Lawyer dari Illinois, Amerika Serikat, Delwyn Wono (Del). Dengan latar belakang sebagai international counsel di Indonesia serta keahlian di bidang corporate, business transactions, finance, international trade, dan property, ia membawa dimensi lintas yurisdiksi yang kompleks dan butuh kemampuan berjejaring. Ia banyak bicara soal dinamika artificial intelligence (AI) dan pro bono. Mau tidak mau, siap tidak siap, para lawyers muda harus mampu beradaptasi dengan perkembangan AI.

 

Dari Komunikasi hingga Action Plan

Ke depan, masih akan ada banyak sesi The Briefing yang akan dilaksanakan. Pada sesi pertama, tema yang diangkat adalah 'Client Communication-External Counsel and Business Clients’. Sesi ini fokus pada cara lawyer dari luar negeri membuat karya tulis/dokumen seperti cara merespons kepada klien, menjawab kepada klien, membuat rekomendasi untuk klien, berkomunikasi dengan klien, dan seterusnya.

 

Sesi kedua bertema ‘How to Deliver the Work Your Senior Actually Needs'. Dalam sesi ini, IndoLaw Young Lawyers diajarkan tata cara penulisan yang efektif dan kohesif, perumusan pertanyaan-pertanyaan relevan, serta penyajian tugas yang melebihi ekspektasi. Sesi ini disajikan dengan model interaktif yang memikat partisipasi dan rasa penasaran para IndoLaw Young Lawyers; kemudian ditutup dengan pembagian tugas praktik terhadap kasus-kasus yang terjadi sehari-hari di lapangan.

 

Selanjutnya, sesi ketiga membahas 'From Strategy to Action: Building Effective Action Plans'. Sesi ini menjelaskan bahwa action plan dapat berguna untuk melacak progres perkara yang terjadi secara nyata, agar terlihat siapa yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Action plan ini dapat digunakan untuk kepentingan internal, klien, akuntan, dan pihak-pihak terkait lain.

 

Sementara itu, sesi keempat menjadi uji coba praktik para IndoLaw Young Lawyers dalam menyusun action plan terhadap kasus yang disajikan para mentor dan pembimbing. Pada sesi ini, mereka dibimbing untuk selalu menerapkan ketelitian, ketepatan, dan kehati-hatian dalam manajemen perkara yang melibatkan pihak-pihak eksternal. Tentunya dengan tetap mengedepankan kebutuhan klien dan efektivitas kerja ke depannya.

 

Dengan konsistensi pelaksanaan dan kualitas materi yang ditawarkan, IndoLaw berharap dapat membangun generasi advokat muda yang siap memberikan jasa hukum yang lebih profesional, sehingga dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional. 

 

“Kami tidak hanya membentuk lawyer muda yang cakap secara teknis, tetapi juga menyiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan profesi hukum. IndoLaw berkomitmen untuk terus menjadi laboratorium, ruang kolaborasi, serta tempat bertumbuh bagi mereka yang percaya bahwa hukum adalah profesi yang mulia (co-Lawboratorium),” pungkas Ibrahim.

 

Artikel ini merupakan hasil kerja sama Hukumonline dengan Officium Nobile IndoLaw.

 

 

 

 

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info