Kebanggaan dan kepuasan dari membangun bisnis sendiri ini yang kemudian ditanamkan terhadap para lawyer UMBRA sejak pertama kali mereka masuk. Dari awal karier, mereka sudah dibiasakan untuk berinteraksi langsung dengan klien dan dididik untuk turut berpartisipasi dalam mengembangkan bisnis UMBRA (yang mana sering kali dihiraukan ketika lawyer hanya dianggap sebagai karyawan).
Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah kebutuhan untuk menciptakan suatu institusi hukum yang elit tetapi tidak elitis. Bisnis hukum adalah bisnis kepercayaan yang tidak bisa dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia yang mengisi suatu kantor hukum. Agar kualitas ini terus terjaga, suasana kerja yang kondusif menjadi mutlak diperlukan. Setiap lawyer di UMBRA harus merasa nyaman dan paham bahwa mereka akan dinilai semata-mata dari kinerja dan kontribusi positif mereka kepada UMBRA.
Konsekuensinya, UMBRA tidak mengenal batasan umur, mereka yang ingin berkontribusi lebih banyak dan siap untuk bekerja lebih keras akan otomatis mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan karier mereka, termasuk menerima kompensasi yang lebih tinggi, terlepas dari tahun kelulusan mereka. Bukan hanya itu, UMBRA juga tidak memberikan toleransi sama sekali bagi lawyer yang justru menghalangi rekan-rekannya untuk maju. Singkat kata, no politics and no toxic lawyers in UMBRA!
Selamat sekali lagi untuk UMBRA atas prestasi-prestasinya sejauh ini dan kita tunggu kiprah lebih jauhnya di belantika profesi hukum Indonesia.
Artikel ini merupakan kerja sama Hukumonline.com dengan UMBRA – Strategic Legal Solutions |
















