Universitas Prasetiya Mulya Sukses Gelar Lomba Penulisan Legal Opinion Tingkat Nasional dengan AI
Terbaru

Universitas Prasetiya Mulya Sukses Gelar Lomba Penulisan Legal Opinion Tingkat Nasional dengan AI

Dalam babak final, delegasi Fakultas Hukum Universitas Diponegoro berhasil meraih juara pertama sekaligus penghargaan best presenter.

Hanifah Dwi Jayanti
Bacaan 2 Menit
Para pemenang kompetisi legal opinion tingkat nasional bertajuk Lexellence 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Prasetiya Mulya. Foto: Istimewa
Para pemenang kompetisi legal opinion tingkat nasional bertajuk Lexellence 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Prasetiya Mulya. Foto: Istimewa

Program Studi Hukum Bisnis Universitas Prasetiya Mulya bersama Gani.AI menyelenggarakan kompetisi legal opinion tingkat nasional bertajuk Lexellence 2025 pada Agustus 2025. Lomba ini mengangkat tema mengenai pelindungan data pribadi, sebuah isu yang semakin krusial di era digital. Kegiatan diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa LEXIL sebagai bagian dari peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.

Yang menarik, ajang ini menghadirkan pembeda dengan mewajibkan peserta menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam menyusun legal opinion mereka. Sebanyak tiga puluh universitas dari berbagai daerah di Indonesia berpartisipasi pada babak penyisihan daring bulan Juli 2025. Dari sana, enam delegasi terbaik terpilih melaju ke babak final untuk mempresentasikan hasil karya secara langsung di Kampus BSD Universitas Prasetiya Mulya. 

Dalam babak final, delegasi Fakultas Hukum Universitas Diponegoro berhasil meraih juara pertama sekaligus penghargaan best presenter. Juara kedua diraih oleh Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan, sementara Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang menduduki posisi ketiga.

Baca Juga:

Adapun kategori best prompter, yakni peserta dengan penggunaan prompt paling efisien, dianugerahkan kepada Fakultas Hukum Universitas Pancasila. Dua delegasi lain yang turut bersaing ketat di babak final berasal dari Fakultas Hukum Universitas Mulawarman dan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.

Penjabat Dekan Sekolah Hukum dan Studi Internasional, Ridha Aditya Nugraha, menegaskan bahwa lomba yang melibatkan AI ini membawa pesan penting bagi generasi muda di era digital.

“Ibarat sedang membuat patung, manusia adalah pemahat desain sementara AI hanya mengampelas. Jangan sampai terbalik karena akan membuat kita tersesat. Manusia dalam profesi hukum tidak akan tergantikan,” ujar Ridha kepada Hukumonline, Senin (18/8).

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info