Rabu, 17 July 2013

Pengacara Djoko Susilo Dituding Pengaruhi Saksi

Juniver Girsang mengakui pernah bertemu saksi di Menara Peninsula.
NOV
Pengacara Djoko Susilo, Juniver Girsang (berdasi merah) mengaku pernah bertemu salah seorang saksi. Foto: SGP


Lantaran sejumlah saksi mencabut keterangannya dalam BAP, penuntut umum memutuskan untuk menghadirkan tim penyidik perkara proyek simulator SIM sebagai verbal lisan di persidangan, Selasa (16/7). Tim penyidik tersebut terdiri dari Novel Baswedan, Peter Dian Utama, M Irwan Suswanto, Sugiyanto, Ibrahim Cholil, dan Bambang Tertiyanto.


Sebagian besar saksi yang mencabut keterangannya merupakan mantan bawahan terdakwa Djoko Susilo di Korlantas Polri. Saat diperiksa di persidangan beberapa waktu lalu, mantan Sekretaris Pribadi (Sespri) Djoko, Tri Hudi Ernawati dan Benita Pratiwi, mantan ajudan Djoko, Wasis Tri Pambudi, dan supir Djoko, Sudiyono mengaku merasa tertekan.


Selain itu, staf bagian Perencanaan dan Administrasi Korlantas, Ni Nyoman Suartini, Direktur Utama PT Adora, Fendra Wasnury dan karyawannya, Kripsiyanto juga mencabut keterangan dalam BAP dengan alasan tertekan. Mereka mengaku tertekan secara psikologis karena kelelahan menjalani pemeriksaan di KPK.


Bahkan, ada beberapa saksi yang menyebut penyidik sering menakut-nakuti dengan membawa-bawa keluarga. Namun, keenam penyidik yang memeriksa saksi-saksi tersebut membantah tuduhan itu. Tim penyidik menegaskan tidak ada penekanan dalam bentuk apapun yang dilakukan penyidik.


Sebagai koordinator penyidik, Novel membantah pernah melakukan penekanan. Sama halnya dengan penyidik lainnya. Novel sempat melakukan pemeriksaan terhadap Sudiyono, Ni Nyoman Suartini, dan Benita Pratiwi. Novel mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya dituangkan dalam BAP.


“BAP saya berikan kepada yang bersangkutan. Mereka membaca BAP, setelah disetujui, baru ditandatangani. Saya melakukan pemeriksaan tidak sendiri, ada penyidik lainnya. Saya mengetahui persis tidak pernah ada ancaman, tekanan, atau apapun,” katanya saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta.


Novel merasa perlu menyampaikan bahwa beberapa saksi yang pernah menjadi bawahan Djoko, mengaku sempat dihubungi pengacara Djoko. Para saksi diminta pengacara Djoko untuk memberi kesaksian yang membela terdakwa. Akibatnya, saksi-saksi takut untuk memberikan keterangan yang benar.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua