Rabu, 25 March 2015

Amankan Munas PERADI, 120 Personil Kepolisian Diterjunkan

Diharapkan berjalan lancar sepanjang mematuhi peraturan dan ketentuan organisasi, tanpa memaksakan kehendak.
RFQ
Hermansyah Dulaimi. Foto: RES

Hajatan besar Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) tinggal hitungan jam akan terlaksana. Baliho para calon yang akan maju dalam pemilihan Ketua Umum DPN PERADI 2015-2020 pada Musyawarah Nasional (Munas) tampak bertebaran di sekitar lokasi perhelatan di Hotel Grand Clarion, Makassar, Sulawesi Selatan.
 
Mengantisipasi keamanan, sedikitnya 120 personil anggota kepolisian Polda dan Polrestabes Makasar telah siap diterjunkan. Ketua Panitia Munas PERADI 2015, Hermansyah Dulaimi mengatakan 120 personil akan dibagi menjadi dua bagian.
 
Pertama, satu satuan setingkat kompi Brigade mobil (SSK Brimob) akan diterjunkan tepat di sekitar ruangan Munas. Lalu, satu SSK Sabhara ditempatkan di bagian bawah hotel. Rencananya, Munas akan digelar di Ballroom hotel yang berada di lantai dua.
 
“Alhamdulillah kita mendapat bantuan pengamanan dari Polda dan Polrestabes Makassar sekitar 120 personil,” ujar Hermansyah kepada , Rabu (25/3) di Makassar.
 
Dia katakan, pihak panitia ingin mengantisipasi kemungkinan Munas berjalan panas, karena adanya 'riak-riak' permasalahan dari daerah. Untuk itu, lanjut Hermansyah, panitia telah menyiapkan sistem pengamanan yang memadai.

 

Jika dibandingkan dengan Munas sebelumnya di Pontianak, menurut Hermansyah, Munas 2015 memiliki potensi bakal memanasnya lebih besar. Namun begitu, ia tetap optimis Munas PERADI bakal berjalan lancar sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. Ia berharap, pihak utusan DPC yang menghadiri Munas PERADI tetap mengedepankan ketertiban.
 
“Karena semua ada aturan mainnya. Organisasi ini diatur dalam anggaran dasar, keputusan-keputusan DPN PERADI. Sepanjang kita mematuhi peraturan, saya pikir akan berjalan lancar. Kecuali mau menabrak aturan, kita ini kan advokat masak mau menabrak (aturan, red),” ujarnya.
 
Hermansyah mengaku tak merasa khawatir sepanjang peserta Munas PERADI beriktikad baik dalam rangka mensukseskan penyelenggaraan Munas. namun, jika memang ada iktikad yang tidak baik, Hermansyah akan menyerahkan masalah itu kepada pihak keamanan.
 
“Insya Allah (berjalan lancar, red) sepanjang mematuhi peraturan ketentuan (akan berjalan lancar) dan jangan memaksakan kehendak,” katanya.
 
Berdasarkan pantauan , sejumlah advokat dari Jakarta mulai berdatangan. Panitia pun sigap memberikan pelayanan, mulai penjemputan dari bandara hingga penginapan sejumlah utusan DPC PERADI yang menghadiri Munas PERADI.
 
Terkait persiapan Munas, selain pengamanan, Hermasyah mengatakan sudah mencapai 90 persen. Seluruh DPC, lanjut dia, bahkan sudah memberikan laporan pemgiriman utusan berdasarkan mandat.
 
Dikatakan Hermansyah, 67 cabang di seluruh Indonesia sudah mengirimkan utusannya. Dari 67 cabang, jumlah utusan yang memiliki hak suara dalam pemilihan calon ketua umum PERADI sebanyak 550 orang. “Semua tidak ada masalah, jadi ,” katanya.
 
Terkait dengan anggaran dasar, Hermasnyah mengatakan bakal ada perubahan. Sepanjang yang diketahui Hermasyah, setidaknya terdapat beberapa rancangan usulan perubahan anggaran dasar. Namun, perubahan anggaran dasar menjadi kewenangan steering committee dalam menyusun garis besar anggaran dasar organisasi.
 
“Kemudian akan dibawa ke komisi untuk rapat pleno. Tetapi, memang saya rasa anggaran dasar sudah cukup lama, karena sudah waktunya  untuk kita tinjau,” pungkasnya.
 






hukumonline









hukumonline



clear




Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua