Selasa, 19 May 2015

MA Gelar Kompetisi Inovasi Layanan Peradilan

Kompetisi ini untuk mengukur sejauh mana implementasi UU Pelayanan Publik dan UU Keterbukaan Informasi Publik di setiap pengadilan seluruh Indonesia.
ASH
Ketua MA M Hatta Ali. Foto: RES


Mahkamah Agung (MA) akan menyelenggarakan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan Tahun 2015. Kompetisi ini bakal diikuti seluruh pengadilan tingkat pertama dari empat lingkungan peradilan terkait praktik pengembangan layanan publik di bidang peradilan.


“Dalam waktu dekat, MA akan mengadakan kompetisi antar pengadilan tingkat pertama terkait praktik inovasi terbaik pelayanan peradilan di lapangan," ujar Ketua MA Prof M. Hatta Ali saat memberi sambutan usai melantik 10 ketua pengadilan tingkat banding di Gedung Sekretariat MA Jakarta, Senin (18/5) kemarin.

 

Hatta melanjutkan kompetisi ini bertujuan mengidentifikasi praktik-praktik terbaik inovasi pelayanan peradilan yang telah dikembangkan di lapangan, lalu lebih dikembangkan ke tahap aplikatif. Karena itu, dia meminta pimpinan pengadilan tingkat banding bersama Dirjen masing-masing lingkungan peradilan bersinergi mendorong dan mengembangkan inovasi layanan publik bidang peradilan bagi pengadilan yang diikutsertakan dalam kompetisi ini. 

 

“Kita berharap akan banyak inovasi pelayanan publik peradilan yang bisa dirasakan masyarakat. Pada gilirannya, bisa meningkatkan kepercayaan publik pada lembaga peradilan," kata dia 

 

Lebih Memacu 

Diungkapkannya, kompetisi ini diselenggarakan untuk lebih memacu kinerja layanan administrasi peradilan agar lebih ditingkatkan. Sebab, selama ini tata kelola administrasi di beberapa pengadilan belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat pencari keadilan. Misalnya, belum tertibnya administrasi, ketika ada kejadian terselipnya berkas yang mengakibatkan tertundanya hak pencari keadilan. 

 

"Standar baru (tertib administratif) ingin kita terapkan untuk hindari itu agar tidak terjadi lagi. Ini menuntut kerja yang lebih terencana, tertib, dan teratur agar bisa mencapai target yang diharapkan, semua akan mudah bila administrasi tertata dengan baik," kata dia. 

 

Menurutnya, perbaikan pelayanan publik peradilan menjadi sangat mendesak dan harus menjadi perhatian pimpinan pengadilan. Sebab, skala operasi pengadilan seluruh Indonesia melayani beragam kelompok masyarakat sesuai kebutuhan dan karakter masyarakat yang berbeda-beda. Karena itu, ketua pengadilan tingkat banding yang memiliki fungsi pembinaan harus mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan pengadilan di bawahnya. Caranya, mengidentifikasi dan memupuk praktik birokrasi berbasis pelayanan publik yang sudah baik sesuai UU Pelayanan Publik. 
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua