Selasa, 16 Juni 2015

Empat Petahana Lolos Seleksi Tertulis

Masyarakat diberi kesempatan memberi masukan atas ke-35 nama yang dinyatakan lulus seleksi tahap kedua ini.
ASH
Gedung KY. Foto: SGP
Panitia Seleksi Calon Komisioner Komisi Yudisial (Pansel KY) meluluskan 35 orang dari 71 peserta yang telah mengikuti seleksi tertulis dan pembuatan makalah. Dari 35 peserta yang lolos, empat orang adalah petahana. Seorang petahana, Ibrahim, dinyatakan tidak lolos. Keempat komisioner petahana dan 31 peserta lain yang lolos berhak mengikuti seleksi tahap ketiga yakni profile assessment (kepribadian).
 
“Yang lolos ada 35 orang dari 71 orang yang ikut tes tertulis sebelumnya. Ada empat incumbent yang lulus dan satuincumbent tidak lulus Ibrahim,” kata  anggota Pansel KY Asep Rahmat Fajar saat dihubungi di Jakarta, Selasa (16/6).
 
Keempat komisioner KY petahanan yang lolos seleksi tahap kedua ini yaitu Suparman Marzuki (Ketua KY), Taufiqurrohman Syahuri (Komisioner Bidang Rekrutmen Hakim), Imam Anshori Saleh (Komisioner Hubungan Antarlembaga), dan Jaja Ahmad Jayus (komisioner Bidang SDM).
 
Seperti termuat dari rilis, Pansel meluluskan 31 calon lainnya yang berasal dari kalangan akademisi, mantan hakim, praktisi hukum, aktivis peradilan, hingga mantan hakim konstitusi. Rinciannya, 9 mantan hakim, 11 akademisi hukum, 10 praktisi hukum, dan 5 anggota masyarakat.
 
Mereka antara lain Aidul Fitruciada Azhari (Dosen FH Muhammadiyah Surakarta), Prof Sudjito (Guru Besar FH UGM), Zen Zanibar (Dosen FH Unsri). Dari kalangan peradilan ada Marni Emmy Mustafa (mantan KPT Jawa Barat), Hermansyah (tenaga ahli KY), Sarman Mulyana (Tenaga Ahli KY/mantan hakim), Sukma Violetta (Tim Pembaruan Kejaksaan), Wiwiek Awiati (Tim Pembaruan MA), dan Harjono (mantan hakim konstitusi).
 
Nantinya, ke-35 calon ini akan mengikuti tes profile assesment pada 22-24 Juni 2015 di Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara, Cilandak Barat Jakarta Selatan.
 
Asep mengatakan dalam seleksi tahap kedua in, Pansel KY melibatkan pihak eksternal yakni 9 pakar hukum untuk memberikan penilaian tes tertulis para calon. Karena itu, Pansel KY menjamin setiap calon yang lolos ke tahap seleksi profile assesment adalah calon yang memiliki nilai tertinggi dibandingkan calon lainnya. “Peserta seleksi yang tidak lolos disebabkan nilai tes obyektif dan pembuatan makalahnya nilainya di bawah rata-rata,” kata dia.
 
Menurutnya,  diluluskan calon dengan jumlah 35 orang dimaksudkan guna kepentingan seleksi lanjutan. Artinya, ke-35 calon yang lulus diambil berdasarkan lima kali kebutuhan komisioner KY yang berjumlah tujuh orang. “Itu kesepakatan Pansel, jadi selain dilihat dari nilai, juga disesuaikan dengan kepentingan seleksi,” katanya.
 
Pansel pun memberi kesempatan masyarakat untuk memberi masukan atas nama-nama calon yang dinyatakan lolos dan akan menjalani seleksi tahap profile assessment baik secara langsung ke Kantor Sekretariat Negara maupun melalui email dengan alamat [email protected] paling lambat 26 Juli 2015.
 
Selain itu, Pansel mengirimkan surat kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Intelijen Negara (BIN), Polri, dan Mahkamah Agung (MA) guna mencari dan memperoleh rekam jejak para calon sesuai tugas dan fungsi setiap lembaga. “Diharapkan, Pansel bisa mempunyai informasi yang utuh atas rekam jejak masing-masing calon.”
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua