Kamis, 12 November 2015

Mahasiswa STHI Jentera Berkunjung ke Hukumonline

Diisi dengan diskusi dan office tour.
RED
Rombongan STHI Jentera berfoto bersama dengan perwakilan Hukumonline usai kunjungan, Rabu (4/11). Foto: AMR
Belasan mahasiswa dan mahasiswi angkatan pertama Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STHI) Jentera berkunjung ke kantor Hukumonline, Rabu (4/11). Berseragam jaket biru, para mahasiswa-mahasiswi yang didampingi oleh Wakil Ketua III STHI Jentera, Inayah Assegaf dan beberapa pengurus lainnya, tampak antusias saat berdiskusi dengan Hukumonline yang diwakili oleh Direktur Konten Amrie Hakim dan Pemimpin Redaksi Abdul Razak Asri.   
 
Resmi diluncurkan pada 7 Juli 2015, STHI Jentera yang dinahkodai mantan Kepala PPATK Yunus Husein, sebenarnya didirikan sejak empat tahun silam, tepatnya 1 Juli 2011. Pemrakarsanya adalah Yayasan Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (YSHK), sebuah institusi dengan berbagai pengalaman dalam bidang penelitian, advokasi, pelatihan, dan sistem informasi hukum.
 
Mengusung visi “Sekolah Para Pembaru Hukum”, STHI Jentera didukung deretan akademisi dan praktisi hukum terkemuka Indonesia. Beberapa nama beken yang masuk dalam jajaran pendiri sekaligus pengajar di STHI Jentera antara lain Arief T. Surowidjojo (Pendiri dan Partner Lubis Gani Surowidjojo), Ahmad Fikri Assegaf (Managing Partner Assegaf Hamzah & Partner), Chandra M. Hamzah (Partner Assegaf Hamzah & Partner), dan Abdul Haris M. Rum (Partner Lubis Gani Surowijoyo).
 
Di hadapan, mahasiswa-mahasiswi STHI Jentera, Direktur Konten Amrie Hakim menjelaskan sejarah lahirnya Hukumonline. Amrie juga menjelaskan komposisi organisasi Hukumonline sebagai perusahaan penyedia informasi terpercaya di Indonesia. Dikatakan Amrie, Hukumonline sejak berdiri mengusung misi untuk menyebarkan informasi hukum kepada masyarakat luas.
 
Sementara, Pemimpin Redaksi Abdul Razak Asri menegaskan arti penting kalangan mahasiswa bagi Hukumonline. Menurutnya, mahasiswa adalah gerbang awal bagi kalangan hukum untuk berkenalan dengan Hukumonline. Biasanya, lanjut Razak, Hukumonline menjadi referensi andalan para mahasiswa hukum saat mengerjakan tugas kuliah.  
 
“Menyadari pentingnya mahasiswa, pada tahun 2012, kami membuat rubrik khusus yang diberi nama Rechtschool. Setiap tahun kami juga roadshow ke kampus-kampus hukum mengadakan pelatihan jurnalistik hukum,” papar Razak.
 
Pada kesempatan diskusi, salah seorang mahasiswa STHI Jentera, Rizky Darmawan mengajukan pertanyaan menarik seputar netralitas media. Rizky melihat perkembangan media nasional saat ini menunjukkan kecenderungan ada beberapa media yang terkesan tidak netral dalam mewartakan suatu isu.
 
“Bagaimana cara Hukumonline menjaga netralitas dalam membuat berita?” tanya Rizky.
 
Merespon pertanyaan itu, Razak menjelaskan pada dasarnya media tidak bisa bersikap netral karena setiap media tentunya memiliki nilai-nilai tertentu yang dipercayainya. Namun begitu, media berkewajiban untuk bersikap objektif. Cara agar objektif, lanjut Razak, adalah dengan mematuhi kode etik dan standar-standar jurnalistik yang benar.
 
“Kalau kita semaksimal mungkin patuh pada kode etik dan standar jurnalistik yang berlaku seperti verifikasi dan cover both sides, maka kita sebagai media bisa bersikap objektif,” tutur Razak.
 
Usai berdiskusi, mahasiswa-mahasiswi STHI Jentera didampingi Direktur Konten Amrie Hakim melakukan office tour untuk lebih mengenal Hukumonline. Sebagai penutup, rombongan STHI Jentera dan perwakilan Hukumonline menggelar foto bersama.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua