Rabu, 03 May 2017

PERADI Gelar Seminar Internasional tentang Arbitrase di Makassar

Mengikuti perkembangan bisnis di sejumlah kota, Peradi menggelar serangkaian diskusi dengan tema yang berbeda. Pekan ini digelar di Makassar.
MYS
Nixon DH Sipahutar dalam acara seminar internasional Peradi di Surabaya, November 2016. Foto: MYS

Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia () di bawah pimpinan Fauzie Yusuf Hasibuan kembali menggelar seminar untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para advokat di Tanah Air. Acara ini digelar bekerjasama dengan DPC Peradi Makassar. Sebelumnya acara serupa dilaksanakan di Medan, Denpasar, dan Surabaya, kali ini digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Jum’at (05/5).
 
Tema yang diambil di tiap kota berbeda. Kali ini mengambil tema ‘’. Di Medan, tema persiapan advokat menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, dan di Surabaya mengangkat tema hukum properti, terutama kepemilikan properti oleh asing. (Baca juga: ).
 
Sekretaris Jenderal DPN Peradi, Thomas Tampubolon, menjelaskan kepada , acara di Makassar merupakan kelanjutan acara di kota-kota lain, dan akan terus digulirkan sebagai bagian dari program DPN dan DPC Peradi. Mengenai tema, kata Thomas, disesuaikan dengan pilihan tuan rumah. “Acara semacam ini akan terus kita galakkan,” ujarnya.
 
Wakil Ketua Bidang Pengawasan dan Rekomendasi Advokat Asing DPN Peradi, Nixon DH Sipahutar menambahkan pemilihan tema disesuaikan dengan perkembangan di masing-masing daerah. Tema menyesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat setempat. Misalnya, tema hukum properti di Surabaya sejalan dengan pertumbuhan rumah susun di ibukota Jawa Timur itu dan sekitarnya.
 
Demikian pula halnya di Makassar, pertumbuhan bisnis semakin meningkat sehingga potensi sengketa bisnis semakin besar. Arbitrase merupakan salah satu forum penyelesaian yang bisa dipilih oleh para pihak yang bersengketa. Meskipun sudah ada tentang Arbitrase dan  Alternatif Penyelesaian Sengketa, dalam praktek masih sering muncul perdebatan mengenai kekuatan putusan arbitrase. “Advokat perlu memahami langkah dan strategi apa yang harus dipersiapkan menghadapi kemungkinan penyelesaian sengketa lewat arbitrase,” kata Nixon kepada . (Baca juga: ).

Ketua Panitia Seminar Arbitrase di Makassar, Andi Maksim Akib, menjelaskan kepada , panitia memperkirakan seminar ini akan diikuti 300-an peserta. Semula, direncanakan 100 orang, tetapi ternyata antusiasme para pemangku kepentingan hingga H-2 penyelenggaraan acara sangat tinggi. Tak hanya kalangan advokat, tetapi juga kalangan akademisi, notaris, dan kalangan pengusaha. “Ini tema menarik dari sisi pengembangan bisnis,” jelasnya.
 
Dijelaskan Andi, acara ini sengaja mengambil tema arbitrase sekaligus memberikan motivasi kepada para praktisi hukum, khususnya advokat, untuk menjadi arbiter, dan pada akhirnya Badan Arbitrase bisa didirikan di ibukota Sulawesi Selatan itu.
 
DPN Peradi

Strategi dan Langkah-Langkah yang Harus Dipersiapkan dalam Menghadapi Sengketa Arbitrase Internasional dan NasionalPosisi Hukum Pemerintah di Forum Arbitrase Internasional Dinilai Kuat

Hukumonline



UU No. 30 Tahun 1999HukumonlinePerhatikan 5 Hal Berikut Sebelum Menempuh Jalur Arbitrase

Hukumonline


Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua