Senin, 30 Oktober 2017

Pentingnya Dua BANI Bersatu

Kedua kubu BANI membuka kemungkinan untuk berdamai namun dengan syarat tertentu.
Aji Prasetyo/KAR/NEE
Ilustrasi: HGW

Perseteruan yang terjadi di dalam Badan Arbitrase Nasional Indoensia (BANI) versi Mampang dan Souverign masih belum berakhir. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menganggap BANI versi Sovereign merupakan pihak yang sah merupakan satu dari sengketa yang dialami dua BANI ini.

 

Sebelumnya, Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta mengabulkan gugatan BANI Mampang atas Surat Keputusan Menkumham tentang Pengesahan Badan Hukum BANI Sovereign. Tetapi, kedua putusan pengadilan ini belum berkekuatan hukum tetap karena kedua kubu yang kalah mengajukan banding.

 

(Baca Juga: Sengketa Dualisme BANI Berlanjut ke Tingkat Banding)

 

Akademisi Singapura dan juga arbiter internasional Steve Ngo pun angkat bicara mengenai perseteruan ini. Steve mengaku khawatir perpecahan di tubuh BANI, bisa memunculkan pandangan miring terhadap lembaga itu di dunia internasional. Ia mengingatkan kepercayaan adalah kunci penyelesaian melalui arbitrase.

 

Sementara itu arbiter internasional Karen Mills menyarankan agar kedua BANI baik itu versi Mampang atau Sovereign bersatu. Karena, perselisihan di antara keduanya bukan membuat BANI menjadi lebih baik justru menimbulkan kebingungan masyarakat, BANI mana yang seharusnya digunakan jasanya dalam suatu sengketa arbitrase.

 

Hal itu, kata Mills, tentunya akan berakibat dengan berkurangnya permintaan penyelesaian sengketa kepada kedua BANI dan tentunya secara otomatis akan menurunkan pendapatan baik di kubu Mampang atau Sovereign. “Organisasi membutuhkan biaya, mereka butuh kasus,” ujar Mills dalam wawancaranya kepada Hukumonline beberapa waktu lalu.

 

Menurut Mills, tujuan utama lembaga arbitrase adalah menyelesaikan perselisihan. Oleh karena itu, tidak masuk akal jika lembaga yang menyelesaikan perselisihan tersebut justru saling bersengketa satu sama lain. Mills berharap, para petinggi dari kedua BANI meninggalkan ego masing-masing demi berjalannya sebuah lembaga arbitrase yang menjadi tumpuan masyarakat dalam menyelesaikan sengketa. 

 

Hal senada dikatakan advokat senior yang juga tergabung dalam International Chamber of Commerce (ICC) Frans Hendra Winarta. Menurutnya, jika semua organisasi arbitrase bersaing maka akan menyulitkan mereka sendiri karena akan sulit menutup biaya operasional. 

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua