Jumat, 19 January 2018

Peradi Akan Proporsional Sikapi Kasus Fredrich Yunadi

Harus tetap dikedepankan azas praduga tak bersalah.
Norman Edwin Elnizar
Peradi memberikan keterangan pers kepada awak media di kantor DPN Peradi Jakarta, Kamis (18/1). Foto: RES

Setelah kehebohan demi kehebohan yang dibuat Fredrich Yunadi dalam membela kasus Setya Novanto, ia kini turut menjadi pesakitan dengan tuduhan menghalangi penyidikan kasus korupsi e-KTP yang disangkakan kepada Setya Novanto. Kali ini, Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) angkat bicara soal anggotanya yang satu ini. Peradi khawatir tuduhan menghalangi penyidikan digunakan sewenang-wenang untuk melumpuhkan advokat.

 

Dalam jumpa pers yang digelar Peradi, Kamis (18/1), di kantor Dewan Pimpinan Nasional Peradi (Peradi), jajaran pimpinan Peradi termasuk Ketua Dewan Pembina hadir menyampaikan sikap Peradi atas kasus hukum yang menimpa anggotanya. Fauzie Yusuf Hasibuan selaku Ketua Umum Peradi tampak didampingi Sekjennya Thomas E. Tampubolon.

 

œKita tidak bisa abaikan apa yang dikatakan oleh Yunadi bahwa dia tidak bersalah dan tidak melakukan itu, kami juga menjadi tertarik sekali ketika Yunadi sampai sekarang tidak mengakui perbuatannya, kata Otto Hasibuan selaku Ketua Dewan Pembina Peradi.

 

Otto meminta dalam pemberitaan, media tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.  Peradi akan tetap mendampingi Fredrich sesuai kode etik yang berlaku. Pada Pasal 3 Kode Etik Advokat Indonesia memang disebutkan bahwa advokat wajib memelihara rasa solidaritas di antara mereka dan saling memberikan bantuan hukum jika ada yang terjerat masalah pidana.

 








Pasal 3



d. Advokat wajib memelihara rasa solidaritas diantara teman sejawat.



e. Advokat wajib memberikan bantuan dan pembelaan hukum kepada teman sejawat yang diduga atau didakwa dalam suatu perkara pidana atas permintaannya atau karena penunjukan organisasi profesi.


 

œPernyataan sikap kami adalah kami menghormati apa yang dilakukan oleh KPK, tetapi kami juga akan coba mengawal pernyataan Yunadi yang menyatakan dia tidak bersalah, benar atau tidak nanti akan diuji di pengadilan, kata Otto.

 

Otto sendiri mengatakan bantuan hukum yang diberikan oleh Peradi atas dasar permintaan Fredrich Yunadi ketika resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua