Kamis, 05 April 2018

Wartawan Polisikan Wartawan Lantaran Rebutan Iklan

Selama tidak ada penyelesaian kekeluargaan antara pihak yang bersengketa, kasus penganiayaan wartawan oleh wartawan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
M. Agus Yozami
Ilustrasi: BAS

Tiga pekerja media di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang juga merangkap wartawan terlibat cekcok mulut dan berujung pada penganiayaan diduga gara-gara berebut iklan di wilayah yang sama sehingga kasus ini dilaporkan polisi.

 

Agus Budiyanto (46), nama wartawan media daring sekaligus karyawan lepas bagian marketing di BBSTV Kediri dengan area wilayah penugasan di Tulungagung itu, Kamis dinihari, resmi melapor ke Polres Tulungagung.

 

Di hadapan polisi, Agus mengaku menjadi korban penganiayaan dua wartawan BBSTV Biro Tulungagung, inisial CS dan EH, yang merasa tidak terima dengan keberadaan korban yang mencari iklan di wilayah tugas mereka.

 

"Peristiwa penganiayaan terjadi pada Rabu (4/4) siang di sebuah warung kopi di samping Kantor Satpol PP Tulungagung," tutur Agus seperti dilansir Antara.

 

Pelapor mengaku saat kejadian baru pulang liputan. Ia dihubungi melalui telepon oleh terlapor CS yang mengajaknya bertemu. "Saya habis meliput di Kalidawir, dalam perjalanan ditelepon CS untuk bertemu di warung sebelah Kantor Satpol PP," kata Agus Budiyanto.

 

Sempat terjadi adu mulut antara korban Agus dengan kedua pelaku. CS mempersoalkan posisi dan kapasitas korban yang bekerja mencari iklan untuk BBSTV Biro Kediri di Tulungagung.

 

(Baca Juga: Belum Diadili, Terdakwa Malah Kembali Tertangkap Tangan Nyabu di Pengadilan)

 

Sementara BBSTV Biro Tulungagung saat ini sudah ditangani langsung oleh CS. "Saya dituduh menyerobot order iklan milik CS dan EH. Padahal saya bekerja atas izin dan perintah BBSTV Kediri, tidak ada kaitan dan korelasinya dengan BBSTV Tulungagung," kata Agus.

 

Lantaran tidak ada titik temu, akhirnya emosi EH memuncak dan mendorong korban hingga menabrak pemilik warung dan terbentur meja dan terjatuh.

 

Agus terluka dan memar pada bagian pergelangan tangan sebelah kiri. Merasa menjadi korban penganiayaan serta diintimidasi oleh EH, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Tulungagung. Untuk melengkapi berkas laporannya, korban juga menjalani visum di Rumah Sakit Bhayangkara Tulungagung.

 

Kepala SPKT Polres Tulungagung, Aiptu Sudarsono membenarkan atas adanya laporan penganiayaan tersebut. "Benar ada laporan terjadinya tindak penganiayaan. Saat ini kasusnya sedang ditangani oleh Satreskrim," ujar Kepala SPKT Polres Tulungagung, Aiptu Sudarsono.

 

Ia memastikan bahwa selama tidak ada penyelesaian kekeluargaan antara pihak yang bersengketa, kasus penganiayaan wartawan oleh wartawan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku. (ANT)

 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua