Peringkat Kampus Hukum

‘Tiket Emas’ Lulusan Kampus Hukum Terfavorit, Fiksi atau Fakta?

Nama besar kampus-kampus hukum terfavorit tetap berpengaruh dalam proses rekrutmen. Namun bukan faktor penentu.
Oleh:
Norman Edwin Elnizar
Bacaan 2 Menit
Ilustrasi: HGW
Ilustrasi: HGW

Survei kampus hukum terfavorit Hukumonline bersama Youth Manual menunjukkan sejumlah kampus hukum dengan nama besar sebagai favorit firma-firma hukum besar Indonesia. Dalam peringkat 10 besar didominasi 6 kampus hukum perguruan tinggi negeri (PTN) diikuti 4 kampus hukum perguruan tinggi swasta (PTS). Para lulusan kampus-kampus hukum terfavorit ini membanjiri firma-firma hukum besar.

 

Ada dugaan bahwa menjadi lulusan dari kampus-kampus hukum terfavorit ini menjadi ‘tiket emas’ untuk dilirik saat tahap rekrutmen di firma hukum tersebut. Secara tidak tertulis, ada semacam prioritas bagi lulusan kampus-kampus hukum ini. Mayoritas kampus hukum terfavorit firma-firma hukum besar ini pun berlokasi di Pulau Jawa.

 

Di peringkat 10 besar hanya USU yang berlokasi di Pulau Sumatera. Disusul UNAND yang mengisi posisi 14 dalam jajaran peringkat 20 besar. Sedangkan Universitas Sam Ratulangi menjadi satu-satunya kampus hukum dari bagian timur Indonesia yang masuk dalam pemeringkatan ini.

 

Hukumonline mengonfirmasi dugaan ‘tiket emas’ lulusan kampus hukum terfavorit ini kepada beberapa partner dari firma-firma hukum responden. Masing-masing firma hukum ini telah berusia belasan hingga puluhan tahun yaitu IAB&F Law Firm (14,5 tahun), AHP (17 tahun), HHP Law Firm (29 tahun), dan Makarim & Taira (38 tahun).

 

Vincent Ariesta Lie, Partner pada Makarim & Taira, menjelaskan bahwa tidak ada prioritas khusus berdasarkan nama besar kampus tertentu untuk direkrut kantornya. Perekrutan dilakukan dengan sepenuhnya mengacu standar kualifikasi. “Makarim & Taira sendiri tidak melihat faktor itu (nama besar kampus, red), benar-benar melalui berkas lamaran untuk dilihat nilai-nilainya, hasil tes tertulis, psikotes, wawancara,” jelas dia.

 

Baca:

 

Ketika dikonfirmasi soal fakta bahwa kebanyakan firma hukum besar didominasi lulusan kampus hukum tertentu, Vincent menilai ada banyak kemungkinan. “Mungkin mereka (lulusan kampus hukum terfavorit, red) yang kirim lamaran lebih banyak ya. Dari Universitas selain itu mungkin juga tidak punya informasi ada jenis law firm korporasi seperti Makarim & Taira,” kata Vincent lagi.

 

Vincent menuturkan, bahwa tidak dapat dipungkiri kebanyakan lulusan kampus hukum di luar kota-kota besar minim informasi tentang corporate law firm. “Mungkin tahunya lawyer itu litigasi, belum tentu mereka punya pengetahuan seperti lulusan UI dan UNPAD yang tahu corporate law firm dengan jumlah lawyer puluhan.”

Halaman Selanjutnya:
Berita Terkait