Kamis, 28 June 2018

Relaksasi KPR Berisiko Tingkatkan Kredit Macet

Karena relaksasi LTV tersebut akan menyebabkan biaya cicilan rumah semakin membesar. Bank diminta tidak memberi pembiayaan kepada debitur nakal.
Mochamad Januar Rizki
Foto: www.jpmi.or.id

Bank Indonesia (BI) berencana mengeluarkan kebijakan baru berupa relaksasi loan to value (LTV) pembelian rumah pertama yang akan diumumkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Jumat (29/6/2018). Dalam relaksasi tersebut, BI berencana merelaksasi LTV pembelian rumah pertama menjadi 0 persen uang muka (down payment).

 

Kebijakan tersebut dinilai menjadi stimulus menggenjot konsumsi masyarakat di tengah suku bunga tinggi saat ini. Namun, di sisi lain, relaksasi LTV tersebut dinilai berpotensi meningkatkan kredit macet atau non performing loan (NPL). Hal ini dikatakan Ekonom Permata Bank, Josua Pardede.

 

Josua Pardede menilai peningkatan NPL terjadi karena relaksasi LTV tersebut akan menyebabkan biaya cicilan rumah semakin membesar. Sehingga, dia khawatir banyak debitur yang kesulitan memenuhi tanggung jawabnya dalam membayar cicilan rumah tersebut.

 

“Wacana pelonggaran LTV ini memiliki risiko peningkatan NPL. Ini perlu ada ketentuan tambahan buat bank-bank yang NPL KPR-nya relatif besar agar tidak dapat memanfaatkan relakasasi LTV ini,” kata Josua saat dihubungi Hukumonline, Selasa (26/6/2018). Baca juga: Regulasi-regulasi yang Disiapkan Bank Indonesia Menyambut Tahun 2018

 

Josua mengimbau kepada dunia perbankan untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan kredit kepemilikan rumah (KPR). Menurutnya, perbankan harus memperhatikan lebih detail terhadap profil debitur yang ingin mengajukan KPR. 

 

“Bank harus memperhatikan kualitas calon debiturnya apakah bagus atau tidak. Misalnya, apakah calon debiturnya memiliki penghasilan tetap, aset, hingga tabungan di bank. Sekalipun LTV dilonggarkan, ada syarat khusus yang harus dipenuhi,” ujar Josua mengingatkan.

 

Tak hanya itu, relaksasi LTV pembelian rumah memiliki risiko terhadap perbankan. Josua menilai saat ini sumber pendanaan perbankan berasal dari deposito jangka pendek. Sehingga, apabila penyaluran pendanaannya pada KPR semakin besar, maka dikhawatirkan akan terjadi ketidaksesuaian antara sumber pendanaan dan pembiayaan.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua