Jumat, 13 July 2018

Syafruddin Tak Ingin Sjamsul Nursalim Tanggung Hutang Petambak

Dalam rapat internal BPPN, Syafruddin juga disebut undang istri Sjamsul Nursalim.
Aji Prasetyo
Ilustrasi sidang di PN Jakarta Pusat. Foto: RES

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berusaha membuktikan surat dakwaan atas nama Syafruddin Arsyad Tumenggung. Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) ini didakwa melakukan korupsi dalam pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI kepada perusahaan milik Sjamsul Nursalim.

 

Salah satu yang berusaha dibuktikan yaitu adanya pertemuan antara Sjamsul atau yang diwakili istrinya, Itjih Nursalim dengan Syafruddin. Mantan Deputi Ketua Aset Manajemen Kredit (AMK) Mohammad Syahrial menerangkan Itjih pada suatu waktu bukan hanya melakukan pertemuan, tetapi hadir dalam rapat internal BPPN.

 

Rapat yang digelar 21 dan 29 Oktober 2003 tersebut membahas penyelesaian terkait dengan permasalahan utang petambak PT Dipasena Citra Darmadja (PT DCD) kepada Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI). Hal itu diketahui dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Syahrial yang dibacakan penuntut umum dalam persidangan.

 

"Saksi menjawab, dapat saya jelaskan kehadiran Itjih Nursalim mewakili pihak Sjamsul Nursalim dalam pada 21 Oktober dan 29 Oktober 2003 adalah atas permintaan Kepala BPPN melalui Deputi Ketua AMK. Ini jawaban saksi?" kata Jaksa I Wayan Riyana.  

 

Syahrial pun mengakui hal itu, menurutnya istri Bos PT Gajah Tunggal Tbk hadir atas undangan Syafruddin selaku Kepala BPPN. "Betul pak. Karena memang hanya bisa yang punya kewenangan ketua dan deputi AMI," jawab Syahrial. Baca Juga: Sjamsul Nursalim Kucurkan Dana BLBI ke Grup Perusahaannya

 

Tetapi, mantan Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) itu tak mengetahui secara pasti alasan Syafruddin mengundang Itjih itu dalam rapat penyelesaian kewajiban pelunasan BLBI. Dalam rapat tersebut, Syafruddin ternyata memerintahkan agar kredit petani tambak PT Dipasena dan PT Wachyuni Mandira (WM) tak dibebankan kepada Sjamsul, selaku pemegang saham BDNI saat itu.

 

"Secara dokumen mengatakan demikian pak, tapi saya tidak tahu yang melatarbelakangi keputusan-keputusan AMK," kata Syahrial.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua