Kamis, 13 Desember 2018

Justika.com, Startup Legaltech Indonesia Pertama di CodeX Meeting Standford Law School

Sebagai startup Indonesia pertama yang hadir di CodeX, Justika.com menjadi pembawa pesan dan pintu masuk bagi kolaborasi Indonesia dan komunitas legal tech Stanford, khususnya terkait inovasi di bidang legal technology.
Tim Inforial
Ilustrasi

Baru-baru ini CEO Justika.com, Melvin Sumapung dan Hafizh Kalamullah, CPO Justika.com memperoleh kesempatan untuk berdiskusi secara remote dengan sesama perusahaan start-up legal technology, akademisi, serta penggiat legal technology lain dalam forum CodeX Meeting, pada 1 November siang waktu California, AS, atau 2 November dini hari waktu Jakarta. Pertemuan tersebut diadakan oleh CodeX, suatu komunitas legal tech yang diprakarsai oleh Stanford Law School.

 

Kegiatan utama CodeX di antaranya ialah sharing mingguan yang dapat diikuti secara remote oleh orang dari setiap belahan dunia serta pembentukan Legal Tech Index, yakni daftar yang berisi startup legal tech dari seluruh dunia, publikasi beberapa papers, proyek penelitian, perkuliahan, blog, vlog, serta beberapa inisiaitf lainnya. Ekstensi kegiatan dan data yang dimiliki CodeX ini membuatnya menjadi salah satu sumber paling utama, dan mungkin  juga satu-satunya, bagi komunitas legal technology di dunia.

 

“Justika.com adalah startup Indonesia pertama yang berkenalan dengan komunitas CodeX, harapannya komunitas ini bisa lebih banyak berkolaborasi dengan kita semua di tanah air. ” ucap Melvin. CodeX merupakan suatu komunitas terkurasi berisi researchers, lawyers, enterpreneurs, dan technologists yang saling berbagi untuk bersama-sama memajukan pengembangan teknologi di bidang hukum, terutama dalam rangka memajukan efisiensi, transparansi, dan akses dunia ke sistem hukum.

 

Selain perwakilan dari Justika.com, pertemuan yang dipandu oleh Dr. Roland Vogl, Direktur Eksekutif CodeX tersebut juga menghadirkan Aaron Wright, Associate Clinical Professor of Law, Cardozo Law, and Co-founder, OpenLaw, dan Omair Khan, Founder, Nikkah Builder. OpenLaw merupakan solusi smart-contract berbasis block-chain, sedangkan Nikkah Builder merupakan solusi drafting perjanjian nikah yang customized bagi pasangan muslim. 

 

Dalam pertemuan tersebut, pertanyaan pertama yang meluncur ke Justika ialah mengenai traction (daya tarik) dan jumlah pengguna. “Sepertinya prinsip-prinsip lean-startup, customer first, problem-solution fit dan product-market fit benar-benar sudah mengakar dan jadi PR pertama yang harus diperhatikan para enterpereneurs di sana – yakni seberapa solusi yang dibangun benar-benar menyelesaikan masalah yang memang penting dan menyakitkan bagi para pengguna,” ujar Melvin kepada Hukumonline.com.

 

Hal lain yang sempat mengemuka di dalam pertemuan tersebut adalah masih adanya persepsi di mata peserta diskusi bahwa Indonesia identik dengan aktivitas-aktivitas sosial, daripada bisnis. Sehingga kemudian, ada peserta diskusi yang menanyakan tentang potensi kolaborasi dengan aktivitas sosial yang dijalankan. “Padahal menurut studi PwC, ekonomi Indonesia akan menjadi yang terbesar ke-4 di dunia pada 2030,” kata Melvin.

 

Justika.com juga mendapatkan banyak informasi dari startup legaltech lain yang berbicara dalam pertemuan tersebut, khususnya Nikkah Builder. Menurut Hafizh, Nikkah Builder merupakan sebuah inisiatif yang baik untuk mempromosikan keseimbangan hak antara suami dan istri dalam bingkai pernikahan Islam. “Mereka menjadikan teknologi sebagai alat mempermudah perjanjian kedua belah pihak tercipta,” jelasnya.

 

Sedangkan Justika, Hafizh menambahkan, merupakan online legal marketplace yang bertujuan menjadi platform bagi masyarakat dan konsultan hukum untuk bisa saling bertemu, berdiskusi, dan mencari solusi terbaik dengan jauh lebih efektif dan efisien tanpa dibatasi ruang dan waktu.

 

“Komunitas CodeX luar biasa serius berperan dalam memajukan industri hukum, karena itu, kami mengajak semua yang memiliki ide, semangat, dan padangan untuk berbagi dan berkolaborasi bersama Justika. Let’s connect and collaborate!” pungkas Melvin.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua