Senin, 11 February 2019

Dua Startup Indonesia Ini Dianggap Sebagai Penggerak Legal Tech di Asia Tenggara

Kawasan Asia Tenggara memiliki potensi yang luar biasa besar bagi sektor Legal Tech, namun sering luput dari perhatian serta fokus dunia. Hukumonline dan Justika, sebagai pelopor dan penggerak dari Indonesia, berperan penting dalam membawa perhatian dunia pada sektor Legal Tech Asia Tenggara yang “memanas”.
Tim Hukumonline
Ilustrasi

Seiring dengan meningkatnya aktivitas komunitas Legal Tech di dunia dan di Indonesia, baru-baru ini Hukumonline mendapatkan kesempatan untuk ikut terlibat dan menyimak acara online live web session terbuka yang diadakan rutin oleh European Legal Tech Association.

 

Pada kesempatan ini, Eric Chin, seorang konsultan strategis dan inovasi hukumyang telah mendalami sektor Legal Tech selama 9 tahun, memaparkan hasil risetnya dalam mengeksplorasi kondisi pasar global Legal Tech melalui Stanford Codex Techindex dan mencoba mengungkap fakta-fakta seperti besar pasar, funding, dan cakupan geografis pemain yang beredar di sektor ini. Eric secara khusus mengungkap kondisi pasar pada Kawasan Asia Tenggara.

 

Eric mengungkapkan bahwa, “Catalyst, salah satu venture capital yang berbasis di New York, Amerika Serikat, melalui situsnya, mengungkapkan hasil riset mereka pada tahun 2017 bahwa besar pasar sektor LegalTech mencapai angka AS$15,9 miliar atau 2,6% dari total industri hukum. Pasar ini masih didominasi oleh konsumen dari segmen firma hukum dan departemen in-house legal.”

 

Eric menambahkan pula, “selain itu, total funding yang masuk pada perusahaan-perusahaan legal tech pernah mencapai angka tertinggi yakni AS$624 juta pada tahun 2015”.

 

Namun saat melihat paparan Eric pada cakupan geografis Stanford Codex Techindex, dapat dilihat bahwa belum ada pemain legal tech Indonesia yang tercatat di sana, berbeda dengan negara tetangga, Singapura, yang memiliki 6 pemain.

 

“Indonesia merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, GDP kita lebih dari 3 kali lipat Singapura, seharusnya pasar LegalTech kita juga jadi sorotan dunia,” komentar Melvin Sumapung, CEO Justika.com, saat ditanyakan mengenai temuan ini.





Dikutip pada kesempatan terpisah saat Justika memperoleh kesempatan berdiskusi dengan Codex, Melvin mengungkapkan bahwa Justika sebagai start-up Indonesia pertama yang berkenalan dengan komunitas Codex, diharapkan dapat membawa lebih banyak kolaborasi antara komunitas tersebut dengan para pemain LegalTech tanah air.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua