Selasa, 12 March 2019

Mulai Disidangkan, Kongkalikong Anggaran Dana Hibah Asian Games

Jaksa menduga ada commitment fee untuk Kemenpora 15-19 persen dari total bantuan dana hibah.
Aji Prasetyo
Menpora Imam Nachrowi di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan korupsi dana hibah. Foto: RES

Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, Indonesia berlangsung sukses. Banyak pihak memuji Indonesia selaku tuan rumah pelaksanaan pesta olahraga terbesar negara-negara di Asia ini.  Pujian bahkan dilontarkan Presiden Dewan Olimpiade Asia atau Olympic Council of Asia (OCA) Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Ahmed Al-Sabah sebelum upacara penutupan Asian Games. Ia menyatakan Indonesia berhasil menyelenggarakan Asian Games dan membuat mimpi dan energi Asia menjadi kenyataan. 

"Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang, energi Asia, merupakan sukses bersejarah," ujarnya dalam upacara penutupan beberapa waktu lalu yang juga disiarkan secara langsung di televisi nasional.

Namun di balik kemeriahan, kesuksesan dan keberhasilan pelaksanaan itu, ada noda yang terungkap kemudian. Noda itu terindikasi kuat berkaitan dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan pejabat kementerian dan oknum pejabat di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Dugaan korupsi dana hibah olah raga itu kini telah masuk meja hijau, mulai disidangkan. Penuntut umum mendakwa Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy bersama-sama dengan Bendahara KONI Johny E. Awuy melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga dipandang sebagai perbuatan berlanjut, memberi atau menjanjikan sesuatu, yang dapat dikualifikasi sebagai perbuatan korupsi.

(Baca juga: KPK Tangkap Pejabat Kemenpora dan Pengurus KONI).

Jaksa menguraikan dalam surat dakwaan terdakwa Ending dan Johny E. Awuy telah memberikan hadiah kepada Mulyana (Deputi IV di Kemenpora) berupa 1 unit Mobil Fortuner VRZ TRD Warna Hitam Metalik Nomor Polisi B 1749 ZJB, uang sejumlah Rp300 juta, 1 buah Kartu ATM Debit BNI Nomor 5371 7606 3014 6404 dengan saldo kurang lebih senilai Rp100 juta, serta 1 buah Handphone Merk Samsung Galaxy Note 9. “Terdakwa juga memberikan hadiah kepada saksi Adhi Purnomo dan Eko Triyanta berupa uang sejumlah Rp215 juta kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yaitu kepada Mulyana selaku Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora RI," kata penuntut umum dalam surat dakwaan, Senin (11/3) di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

Pemberian tersebut dimaksudkan supaya Mulyana dan Adhi Purnomo membantu  mempercepat proses persetujuan dan pencairan Bantuan Dana Hibah yang diajukan KONI Pusat ke Kemenpora untuk tahun kegiatan 2018. Ini dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi Olahraga Nasional pada multi event Asian Games ke-18 dan Asian Para Games ke-3 pada 2018 serta proposal dukungan KONI dalam Pengawasan dan Pendampingan Seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun 2018.

Uraian perbuatan

Diuraikan jaksa, pemberian pertama terkait proposal hibah tugas pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi Olahraga Nasional pada multi event Asian Games ke-18 dan Asian Para Games ke-3 pada 2018 dengan usulan dana dari KONI sebesar Rp51,529 miliar.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua