Corporate Law Firms Ranking 2019

Memotret Corporate Law Firms Indonesia 2019

​​​​​​​Responden survei tahun 2019 meningkat drastis yakni 4,5 kali lipat jika dibandingkan tahun 2018.
Oleh:
Fathan Qorib
Bacaan 2 Menit
Memotret <i>Corporate Law Firms</i> Indonesia 2019
Hukumonline

Memotret dan memberi peringkat kepada corporate law firms Indonesia merupakan kali kedua yang dilakukan hukumonline.com. Sama seperti sebelumnya, pemeringkatan dan potret ini berdasarkan hasil survei yang diisi sendiri para responden atau self assessment, khususnya kantor hukum korporasi yang terdaftar sebagai pelanggan hukumonline.com.

 

Pemeringkatan dan potret corporate law firms Indonesia 2019 ini merupakan bentuk perhatian hukumonline.com kepada dinamika profesi hukum di Indonesia, khususnya advokat yang profesional dan berintegritas. Hukumonline.com percaya, semakin berintegritas dan profesional seorang advokat dalam sebuah kantor hukum, maka semakin baik pula jasa pelayanan hukum yang diberikan.

 

Menariknya, animo kantor hukum korporasi yang ikut Survei Corporate Law Firms Indonesia 2019 ini meningkat drastis jika dibandingkan tahun lalu. Tahun 2018 silam, dari 25 kantor hukum korporasi yang diminta mengisi kuesioner, hanya 19 law firm yang mengembalikan survei dan terkonfirmasi data-datanya. Tahun ini, jumlah kantor hukum yang menjadi responden meningkat tajam yakni sebanyak 85 kantor hukum atau meningkat 4,5 kali lipat dibanding tahun 2018.

 

Baca:

 

Semakin banyak responden, tentu semakin besar tantangan bagi hukumonline.com memilah hasil survei dan menyajikannya ke pembaca. Angka pemeringkatan pun juga semakin besar. Kali ini, hukumonline.com membagi menjadi dua bagian pemeringkatan. Keduanya adalah, Top 30 Largest Indonesian Corporate Law Firms 2019 dan Recognized Mid-Sized Indonesian Corporate Law Firms 2019.

 

Besaran fee earners tetap menjadi tolok ukur dalam pemeringkatan kantor hukum. Fee earners di sini meliputi partner, associate, of counsel hingga lawyer asing dalam satu kantor hukum. Hukumonline.com sadar, tolok ukur ini boleh jadi tidak sempurna. Masih terdapat kekurangan di sana-sini yang semoga kami dapat perbaiki di waktu yang akan datang. Meski begitu, survei ini bisa menjadi langkah awal untuk mengetahui jejak kantor hukum korporasi di Indonesia dan bagaimana perkembangan serta pertumbuhannya di kemudian hari.

 

Bukan hanya pemeringkatan dari segi jumlah fee earners yang dipotret, area praktik atau dikenal practice area yang dikerjakan kantor hukum korporasi juga menjadi sorotan tersendiri dalam hasil survei kali ini. Hasilnya, practice area yang diperoleh dari 85 kantor hukum semakin beragam.

Berita Terkait