Kamis, 28 March 2019

Variasi Practice Area, Cara Unjuk Gigi di Kompetisi Pasar Jasa Hukum

​​​​​​​Prospek, pengalaman, dan ketersediaan sumber daya menjadi pertimbangan.
Normand Edwin Elnizar

Sebagai sebuah bisnis jasa, para lawyer berlomba menawarkan keahliannya dalam menangani berbagai bidang perkara hukum sebagai komoditas. Tetapi tidak mungkin menjadi ahli dalam semua bidang hukum seorang diri. Itu sebabnya corporate law firm bekerja dalam tim yang menghimpun banyak lawyer dengan beragam bidang spesialisasi. Survei hukumonline.com menunjukkan bahwa lingkup practice area tampak menjadi salah satu strategi pemasaran yang penting antar corporate law firm dalam menjaring klien. 

 

Sebanyak 85 corporate law firm menyatakan keragaman practice area yang mampu ditangani. Faktanya, tidak ada satu bidang yang diakui seluruh responden sebagai practice area yang ditanganinya. Hanya 79 law firm yang mengaku berpraktik dalam bidang general corporate yang termasuk di dalamnya merger dan akuisisi. Sebanyak 57 law firm mengaku mampu menangani bidang arbitrase, litigasi dan alternatif penyelesaian sengketa dan ada 56 law firm yang menyatakan diri berpraktik dalam bidang perbankan dan finansial.

 

Hanya ada beberapa bidang lain yang ditangani oleh puluhan law firm responden, sementara selebihnya hanya di kisaran belasan bahkan di bawah sepuluh law firm yang mengaku berpraktik menanganinya. Hukumonline.com mencoba mengonfirmasi pada beberapa orang corporate lawyer soal pertimbangan law firm saat menyatakan lingkup bidang hukum yang ditanganinya. Jawaban yang diberikan hukumonline.com sajikan dalam kompilasi berikut.

 

Baca:

 

1. Prospek diminati pasar

Anangga Wardhana Roosdiono, partner pendiri Roosdiono & Partners sejak 1999, menjelaskan bahwa pertimbangan pertama tentunya kebutuhan pasar. Meskipun secara umum berpraktik pada bidang hukum berkaitan bisnis perusahaan, masing-masing corporate law firm memiliki segmentasi pasar yang lebih spesifik. Secara alami hal ini membuat law firm membentuk spesialisasi berdasarkan prinsip permintaan-penawaran.

 

“Titik pangkalnya kan corporate, bisa berkembang lagi tergantung kebutuhan di negara itu. Tergantung pasar,” ujarnya lawyer senior yang biasa disapa Anangga itu. Sebagai corporate law firm yang membangun jaringan internasional di regional Asia Tenggara, Anangga menjelaskan setiap negara memiliki prospek pasar berbeda bagi law firm. Apalagi berkaitan dengan transaksi bisnis internasional yang dilakukan perusahaan.

 

Pertimbangan dalam hal ini tidak berarti prospek tersebut sudah atau sedang banyak klien yang membutuhkannya di dalam negeri. Anangga menjelaskan pengalaman Roosdiono & Partners mulai menawarkan layanan jasa hukum ekonomi Islam di Indonesia sejak tahun 2016 lalu. Alasannya justru karena prospek pasar tersebut sedang tumbuh di luar negeri. “Kami lihat pasar di negara lain cukup bagus, maka kami tawarkan di sini,” katanya.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua