Rabu, 19 Juni 2019

Dekan Baru FHUI Resmi Dilantik, Kajian Hukum Teknologi dan Kawasan Siap Dikembangkan

Dekan ke-16 FHUI sejak masa kemerdekaan Republik Indonesia.
Norman Edwin Elnizar
Acara pelantikan Edmon Makarim sebagai Dekan FHUI. Foto: http: law.ui.ac.id

Edmon Makarim resmi dilantik sebagai dekan baru Fakultas Hukum Univesitas Indonesia (FHUI), Senin (17/6), di Balai Kirti, Gedung Pusat Administrasi Universitas Indonesia. Edmon akan menjabat Dekan FHUI periode 2019-2023. Ia menggantikan Melda Kamil Ariadno yang meninggal dalam tugas. Edmon terpilih dalam pemilihan yang dilaksanakan dengan tiga kontestan. Selain Edmon, dua kandidat lain adalah Andri Gunawan dan Amran Nefi.

 

Pelantikan Edmon dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Universitas Indonesia. Usai dilantik, Edmon  menjanjikan akan memperkuat hukum teknologi yang selama ini menjadi bidang konsentrasinya. “Kami akan mengembangkan peminatan hukum teknologi dan kajian hukum kawasan,” katanya saat diwawancarai hukumonline.

 

“Merespon revolusi industri 4.0, pendidikan hukum dan teknologi akan digalakkan. Serta pendidikan hukum yang mengakar dengan karakter Indonesia sesuai mandat konstitusi,” Edmon menjelaskan arah kebijakannya yang akan datang. Hal tersebut akan menjadi sasarn baru selain melanjutkan segala hal baik yang sudah dijalankan Dekan sebelumnya, terutama peningkatan internasionalisasi.

 

Mengenai pengembangan hukum kawasan, Edmon menguraikan sudah saatnya FHUI menjadi pelopor kajian hukum dari berbagai negara lain setidaknya di kawasan Asia Tenggara. Hal ini untuk membuktikan bahwa FHUI tidak hanya ‘jago kandang’. Justru FHUI harus menjadi pusat informasi hukum kawasan untuk berbagai kebutuhan ekspansi internasional Indonesia. “Kita bisa memiliki pengaruh kuat di kawasan dengan cara itu,” ujarnya.

 

(Baca juga: Debat Publik Calon Dekan FHUI Digelar)

 

Edmon tidak akan melanjutkan periode masa jabatan dekan sebelumnya yaitu 2017-2021. Menurut Rektor UI, Muhammad Anis, keputusan ini didasari pertimbangan bahwa periode jabatan yang dijalani almarhumah Profesor Melda belum mencapai separuh. Peraturan di statuta UI pun tidak mengatur soal pergantian Dekan yang mengakhiri masa tugas sebelum waktunya. “Karena almarhumah baru bertugas satu tahun maka kami membuat kebijakan pemilihan Dekan ulang. Periodenya tetap empat tahun, bukan periode melanjutkan masa tugas almarhumah,” katanya dalam sambutan usai melantik Edmon.

 

Edmon menjadi Dekan FHUI ke-16 sejak periode awal-awal kemerdekaan, di luar pejabat dekan. Mereka yang pernah menjadi Dekan FHUI adalah Prof.Mr.Djokosoeteno (1950-1962); Prof.Mr.Soejono Hadinoto, S.H. (1962-1964); Prof.R.Subekti, S.H. (1964-1966); Prof. Oemar Seno Adji, S.H. (1966-1968); Prof.R.Soekardono, S.H. (1968-1970); Prof.Padmo Wahjono, S.H. (1970-1978); Ny.S.J.Hanifawiknjosastro, S.H. (1978-1984); Prof.Mardjono Reksodiputro, S.H., M.A. (1984-1990); Prof.Dr.Charles Himawan, S.H., LL.M. (1990-1993); Prof.R.M.Girindro Pringgodigdo, S.H. (1993-1998); (Pj.Dekan) Prof.Dr.Sri Setianingsih Suwardi, S.H., M.H. (1998-1999); Prof.Abdul Bari Azed, S.H., M.H. (1999-2004); Prof.Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D. (2004-2008); Prof.Safri Nugraha, S.H., LL.M., Ph.D. (2008-2011); (Pj.Dekan) Dr.Siti Hajati Hoesin, S.H., M.H. (2011-2013); Prof.Topo Santoso, S.H., M.H., Ph.D. (2013-2017); Prof.Melda Kamil Ariadno, S.H., LL.M., Ph.D. (2017-2019); (Pj.Dekan) Dr.R.Ismala Dewi, S.H., M.H. (2019); dan Dr.Edmon Makarim, S.Kom., S.H., LL.M. (2019-2023).

 

(Baca juga: Selamat Jalan Prof. Melda Rahmat Tuhan Selalu Menyertaimu)

 

Ketua Ikatan Alumni FHUI (ILUNI FHUI), Ashoya Ratam menyambut baik terpilihnya Edmon Makarim. Apalagi ia ikut terlibat secara langsung sebagai salah satu anggota panitia seleksi calon dekan. Kepanitiaan terdiri dari perwakilan Guru Besar FHUI, dosen FHUI, Wakil Rektor UI, dan Ketua ILUNI FHUI. Rangkaian proses seleksi untuk calon Dekan FHUI dimulai sejak masa pengambilan formulir pendaftaran tanggal 16 April-26 April 2019 hingga akhirnya diumumkan pada 28 Mei 2019.

 

“Harapan kami agar kolaborasi yang sudah berjalan bersama ILUNI saat ini lebih baik lagi, kalau FHUI harus berlari untuk membangun FHUI, ILUNI FHUI pun akan ikut berlari dalam membantu,” katanya kepada hukumonline usai melaksanakan pertemuan antara pengurus ILUNI FHUI dengan Dekan FHUI kemarin. Ashoya mengatakan ada manfaat yang banyak untuk pembangungan FHUI dengan kolaborasi yang baik antara pihak manajemen FHUI dengan ILUNI FHUI.

 

“Selamat bekerja Bang Edmon Makarim, semoga FHUI makin jaya, kami para alumni FHUI siap membantu apapun visi-misi yang akan digarap,” ujarnya.

 

Sekilas Profil Dekan FHUI

Edmon Makarim lahir di Padang, 10 Mei 1970. Edmon memperoleh gelar “S.Kom” di Universitas Gunadarma pada tahun 1993, kemudian pada tahun 1994 memperoleh gelar “S.H.” dari Universitas Indonesia.  Pada tahun 2002-2004, Edmon melanjutkan pendidikan magister dan mendapatkan gelar “LL.M” dari University of Washington School of Law, Seattle. Selanjutnya Edmon meraih gelar “Doktor Ilmu Hukum” dari Universitas Indonesia.

 

Sejak tahun 1994, Edmon bergabung sebagai Dosen dan Peneliti (Lektor Kepala) yang mengembangkan “Hukum Telematika” dan “HKI” di FHUI. Sejak tahun 1999, Edmon juga mendirikan dan menjabat sebagai Ketua dan Peneliti Senior LKHT-FHUI (Lembaga Kajian Hukum Teknologi), dan juga Wakil Presiden IP Academy di FHUI. Pernah menjabat sebagai Manajer TIK-FHUI pada tahun 2007 yang sekarang menjadi ketua Unit Khusus TIK FHUI.

 

Selain aktifitasnya di FHUI, Edmon aktif mempublikasikan pemikirannya melalui jurnal internasional, nasional, serta beberapa buku perkuliahan. Edmon juga aktif dalam kegiatan organisasi profesi. Sampai saat ini ia dipercaya sebagai salah satu Arbiter pada Badan Arbitrase dan Mediasi HKI (BAM-HKI), salah satu panelis dari forum Penyelesaian Sengketa Online ccTLD (Code Country Top Level Domain), Penyelesaian Perselisihan Nama Domain Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PPND PANDI), dan Anggota Dewan Penasihat Masyarakat Fotografi Indonesia.

 

Selama perjalanan kariernya, Edmon Makarim, memiliki pengalaman organisasi, antara lain pernah menjadi anggota asosiasi Konsultan Paten (IP consultant); Anggota Foundation of IP Studies in Indonesia (“FIPSI”); Anggota Indonesian Intellectual Property Society (IIPS); Anggota Dewan Penasehat Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), dan juga  Asosiasi Penyedia Aplikasi dan Konten Indonesia (APPKAI).

 

Atas dedikasinya dalam mengembangkan bidang hukum telematika, Edmon mendapatkan penghargaan FIPSI Scholarship pada tahun 1994 dan juga penghargaan selaku Penulis Buku, dalam event 55 tahun UI pada tahun 2005; serta penghargaan Satyalancana Karya Satya untuk 10 tahun dan 20 tahun.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua