Rabu, 24 July 2019

Jadi Lawyer Itu Berat? Simak Dulu Curhat Mereka

Memang berat, tapi kamu pasti kuat kalau punya tekad.
Norman Edwin Elnizar
Ilustrasi sumpah advokat. Foto: RES

Penghasilan tinggi, penampilan dengan jas atau blazer, berkantor di gedung-gedung kawasan bisnis, dan sederet kesan mengagumkan lainnya dari kalangan lawyer mungkin menjadi daya tarik profesi ini. Namun, bagaimana sebenarnya kisah di balik tampilan elegan mereka juga menarik untuk diketahui. Tentu ada ‘harga’ yang harus dibayar untuk itu semua.

 

Sayangnya tak banyak informasi yang menjelaskan realitas kehidupan lawyer dalam bekerja. Belum lama ini hukumonline menemukan sebuah akun media sosial instagram yang nampak mencoba menjadi kanal informasi tersebut. Overheardlawfirm.id aktif mengunggah berbagai dialog yang bisa melengkapi imajinasi manis calon-calon lawyer soal profesi ini.

 

(Baca juga: Profesi Advokat Menjawab Tantangan Bonus Demografi)

 

Tanpa bermaksud mengusik imajinasi pembaca, berikut beberapa kategori kutipan yang hukumonline simpulkan dari curahan hati para lawyer di akun tersebut. Kalau terasa mudah dan membangkitkan semangat, mungkin itu tanda Anda berbakat, kelak Anda mungkin cepat diangkat partner!

 

1.Masuk pagi, pulang pun pagi

Lo kemaren pulang jam 6? Asik dong pulang cepet

Jam 6 AM, bukan 6 PM hehe

/Law firm bilangan Gatot Subroto

Partner: Mau pesen makan malem apa? Gue beliin

Associate: Ga usah Mas, kita beli sendiri aja

Partner: Loh gamau gue beliin aja? Kenapa?

Associate: Soalnya kalo dibeliin makan malem biasanya suka lanjut sampe sarapan

/Law firm bilangan SCBD

 

2.Dedikasi tingkat tinggi

Junior Associate(JA) 1: Mba, apologies, JA 2 hari ini gak masuk karena alergi, bibir sama matanya bengkak

Senior Associate: Oh gapapaa, kerjainnya dari rumah aja gapapa kok :)

/Law firm bilangan Rasuna Said

Partner: Dokumen ini penting harus dikirim sekarang, kamu naik ojek aja ya biar cepet

Associate: Naik ojek Bu?... tapi lagi hujan sekarang

Partner: Hmmm……. dokumennya diplastikin aja biar gak basah

Associate: Oh baik…

(lah saya basah gimana?!)

/Law firm di bilangan Jalan Sudirman

 

3.Setiap detik bernilai

Minggu malam, beberapa jam menjelang Senin

Senior Associate: Tolong riset perizinan untuk penyelenggara transfer dana ya

Associate: Noted Bang, will do first thing Monday morning

Senior Associate: Why not now?

/Law firm bilangan SCBD.

Associate: Bang, hari Sabtu ini gua izin gak kerja ya karena mau foto prewed. Udah janjian sama fotografernya.

Senior Associate: Gak bisa di-reschedule aja fotonya? Atau sekalian nikahannya juga digeser dulu. Kerjaan padet nih

/Law firm di Jakarta.

 

4.Buatlah keajaiban

Partner: Tolong kamu riset perizinan eksplorasi tambang di daerah XX sekarang

Associate: Baik Mas, sebaiknya saya mulai riset dari mana?

Partner: Dari langit

Associate: *brb terbang*

/Law firm di bilangan Yogyakarta.

 

Senior Associate: Eh, tolong dong buatin memo, urgent banget

Associate: Oke, buat kapan Bang?

Senior Associate: Kalo bisa buat kemaren

Associate: Siap Bang..

/Law firm di bilangan SCBD.

 

Unggahan kali pertama akun ini terlihat baru yaitu pada bulan Juni lalu. Lebih dari 4500 akun telah menjadi pengikut Overheardlawfirm.id hingga sekarang. Hukumonline mencoba menghubungi pengelola akun melalui pesan langsung ke akun tersebut. Secara anonim, admin menjelaskan bahwa akun ini dibuat sekadar untuk hiburan bagi penyimaknya. Khususnya bagi para lawyers.

 

Oleh karena itu semua unggahan berkaitan dengan profesi mereka. Inspirasi akun ini berasal dari akun-akun serupa yang sudah ada sebelumnya. Admin sendiri mengaku berprofesi di bidang hukum tanpa menyebutkan apakah juga seorang lawyer.

 

“Konten yang kami muat bersumber dari pesan-pesan yang dikirimkan via direct message, kami tampung dan sesuaikan seperlunya,” ujarnya kepada hukumonline. Profil akun ini menegaskan hal tersebut. Admin menuliskan semacam moto ‘bisik-bisik’ tembok law firm.

 

Tidak hanya konten dari rekan yang bekerja di law firm, admin juga mengaku menerima konten dari tempat kerja profesi hukum lainnya seperti perusahaan. “Diutamakan untuk diunggah tentunya yang lucu dan berkaitan dengan para lawyers,” admin menambahkan.

 

Berat, Tapi Bisa Dinikmati

Hukumonline meminta konfirmasi langsung kepada dua lawyer muda tentang apa yang disampaikan secara jenaka dalam konten akun Overheardlawfirm.id. Masing-masing ternyata sudah mengetahui akun hiburan itu. Luciana Fransiska, associate di Assegaf Hamzah & Partners membenarkan bahwa profesinya penuh tantangan.

 

“Apalagi di top tier law firm, di tempat saya bekerja sekarang misalnya, mayoritas klien asing, kami mengikuti keperluan mereka,” ujarnya yang sudah lima tahun menikmati profesi corporate lawyer. Sebagai bisnis jasa, ia menggambarkan bahwa kepuasan klien dipenuhi lawyer dengan cara memberikan respon respon sebaik dan sesigap mungkin.

 

Luci -begitu sapaan akrabnya- mengaku bisa menikmati profesinya karena minat yang kuat. Tentu tidak berjalan mulus begitu saja pada awalnya. Bahkan ritme kerjanya pernah membuat keluarganya khawatir. “Karena ada kecintaan, sesuai passion, malah nggak merasa sedang bekerja,” ujarnya.

 

Krishna Vesa, associate Soemadipradja & Taher, berbagai cerita serupa. Di tahun ketiga berkarier sebagai corporate lawyer, ia mengakui banyak waktu yang dihabiskan untuk pekerjaannya. “Tapi kalau ada passion, senang mengerjakan itu, kita udah menikmati itu, nggak terasa jadi pekerjaan,” ujar Krishna.

 

Krishna menjelaskan bahwa lelah dan keluhan menghadapi pekerjaan selalu ada di profesi apa saja. “Keluhan pasti ada, merasa capek itu wajar aja, walaupun bukan lawyer juga ada capeknya kan,” katanya berseloroh.

 

Ketika ditanya soal cara mengatur keseimbangan hidup antara pekerjaan yang padat dan kehidupan sosial, keduanya ternyata tetap memiliki quality time bersama keluarga atau untuk hobi dan aktivitas sosial. “Keseimbangan hidup itu memang berbeda ukuran untuk tiap orang, tergantung bagaimana kita mengelolanya,” kata Luci.

 

Luci mencontohkan bagaimana dirinya berkomitmen untuk menghindari berurusan dengan laptop di akhir pekan. Fokus aktivitas di akhir pekan Luci alokasikan untuk keluarga. Ia juga masih bisa menyempatkan untuk berolahraga rutin. “Perlu juga work smart, efisien dan efektif, kalau bisa didelegasikan, kita bagikan sesuai peran,” katanya lagi.

 

Luci mengaku berupaya serius dalam bekerja, namun juga serius menikmati waktu luang di luar pekerjaan. Intinya, kesehatan dan kehidupan sosial harus tetap mendapatkan perhatian. Luci bahkan masih bisa menyempatkan waktu di akhir pekan sebagai relawan pengajar program pendidikan gratis untuk  masyarakat miskin.

 

(Baca juga: Perlu Ada Insentif untuk Membudayakan Pro Bono Advokat)

 

Tak jauh berbeda, Krishna mengaku bahwa keseimbangan hidup tetap harus diusahakan dengan baik. Ia rutin menyempatkan diri untuk beraktivitas bersama keluarga serta melakukan hobi renangnya di akhir pekan. Krishna juga terlibat sebagai relawan kerja sosial di bidang pendidikan.

 

Tak lupa keduanya mengingatkan bahwa kebutuhan spiritual dan hubungan baik Tuhan juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Intinya, beratnya pekerjaan lawyer itu bisa menjadi relatif. Banyak hal yang bisa dinikmati sebagai lawyer selain sekadar termotivasi keuntungan materi. Jangan sampai tenggelam dalam pekerjaan dan berkeluh kesah dengan penyesalan. Nah, selamat berkarier lawyer dan semoga sukses!

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua