Kamis, 20 February 2020

Mencari Jalan Membumikan Pemahaman Hukum di Indonesia Butuh Anak Muda

 

Yan melihat fenomena tersebut sebagai bukti sekaligus peluang dalam melibatkan anak muda lebih jauh. Perlu ada tindak lanjut untuk mendekatkan pemahaman isu penegakan hukum untuk anak muda. “Misalnya dengan isu yang dekat dengan keseharian mereka,” ujar Yan.

 

Senada, Kurnia mendorong upaya tersebut demi masa depan Indonesia. “Aksi massa ‘reformasi dikorupsi’ menunjukkan kuatnya kepedulian milenial pada isu lingkungan, korupsi, dan hak asasi manusia,” katanya. Keberpihakan dan kepedulian anak muda tersebut harus terus dikembangkan penyalurannya secara produktif.

 

Baca:

 

Ia mengusulkan bahasa penjelasan yang mudah. Misalnya menyederhanakan penjelasan fenomena dampak korupsi. Menggunakan rujukan regulasi seperti larangan dan ancaman pidana dalam undang-undang tidak dianjurkan.

 

“Misalnya ada nilai korupsi Rp2,3 triliun. Kita jelaskan kerugian ini bisa dibuat 10 tambak ikan atau membuka jalan sekian kilometer, agar pesannya tersampaikan,” kata Kurnia. Menceritakan soal dampak pelanggaran hukum menjadi strategi efektif.

 

Baik Yan dan Kurnia berbagi pengalamannya untuk menjangkau anak muda untuk strategi tersebut. Drone Emprit menyediakan berbagai data serta hasil analisis yang mendorong daya kritis anak muda. Salah satunya berkaitan isu hukum.

 

Di sisi lain ICW sudah merintis komunitas mahasiswa pegiat antikorupsi lewat pelatihan terstruktur Akademi Antikorupsi. Bahkan upaya menyampaikan pesan antikorupsi lewat musik pun dilakukan. ICW menggandeng band indie label  untuk membuat album lagu-lagu soal antikorupsi.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua