Selasa, 17 Maret 2020

Ini Panduan Isolasi Diri Sendiri dalam Penanganan Corona Virus

Menkes mengeluarkan Surat Edaran yang bisa menjadi panduan bagi masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19.
Fitri Novia Heriani
Ilustrasi: HGW

Sejak WHO menetapkan wabah virus Corona (Covis-19) sebagai pandemi, pemerintah terus berupaya mengambil langkah-langkah untuk melindungi warga negara dari penyebarannya. Selain meliburkan kegiatan belajar mengajar dan membuat aturan work from home (WFH), pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.01/MENKES/202/2020 tentang Protokol Isolasi Diri Sendiri Dalam Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

 

SE ini merupakan panduan bagi masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19, baik untuk diri sendiri maupun kemungkinan penularan kepada orang di sekitar, termasuk keluarga. SE ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kerja sama lintas sektor dan pemerintah daerah pada penanganan Covid-19 dalam pemberian isolasi kepada masyarakat.

 

Dalam SE ini seluruh pimpinan Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah diharuskan menginstruksikan kepada seluruh jajaran atau unit dan organisasi masing-masing dan organisasi perangkat daerah untuk menerapkan protokol isolasi diri sendiri dalam penanganan wabah Covid-19.

 

Adapun isi protokol tersebut mengatur tujuh hal, yakni pertama jika sakit tetap di rumah. SE ini menghimbau kepada seluruh pihak untuk tetap berada di rumah, jangan pergi bekerja, ke kantor, atau ke ruang publik untuk menghindari penularan Covid-19 ke orang lain di masyarakat. Kemudian dalam kondisi ini diharuskan mengisolasi diri dan memantau diri sendiri untuk menghindari kemungkinan penularan kepada orang-orang sekitar termasuk keluarga.

 

Selain itu melaporkan kepada fasilitas kesehatan terdekat tentang kondisi kesehatannya, riwayat kontak dengan pasien Covid-19 atau riwayat perjalanan dari negara atau transmisi lokal, untuk dilakukan pemeriksaan sampel oleh petugas kesehatan.

 

Kedua, isolasi diri sendiri. SE menyebutkan bahwa ketika seseorang yang sakit (demam/batuk/pilek/sakit tenggorokan/gejala penyakit pernafasan lainnya), namun tidak memiliki risiko penyakit penyerta lainnya (diabetes, penyakit jantung, kanker, penyakit paru kronik, AIDS, penyakit autoimun, dll), maka secara sukarela atau berdasarkan rekomendasi petugas kesehatan, tinggal di rumah dan tidak pergi bekerja, sekolah atau ke tempat-tempat umum.

 

Orang dalam pemantauan (ODP) yang memiliki gejala demam/gejala pernafasan dengan riwayat perjalanan dari negara atau area transmisi lokal dan/atau orang yang tidak menunjukkan gejala tetapi pernah memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Lama isolasi diri sendiri selama 14 hari hingga diketahuinya hasil pemeriksaan sampel di laboratorium.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua