Rabu, 01 April 2020

Dampak Covid-19, Hak Buruh Seharusnya Tetap Dipenuhi

Karena hubungan kerja tetap berlangsung kendati buruh bekerja dari rumah atau di rumahkan (diliburkan) terutama pemenuhan hak upah dan THR 100 persen.
Adi Thea DA
Demo buruh dikawal polisi saat menuntut haknya. Foto Ilustrasi: RES

Pandemic coronavirus disease (Covid-19) berdampak hampir semua sector, antara lain kesehatan, ekonomi, dan sosial. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauzia beberapa waktu lalu menyebutkan salah satu industri yang paling terdampak yaitu sektor pariwisata yang berimbas pada perburuhan/ketenagakerjaan.  

 

Ida mengimbau buruh dan pengusaha untuk mengutamakan dialog sosial dalam menghadapi persoalan akibat dampak Covid-19. "Yang dibutuhkan adalah kerja sama yang mengedepankan dialog sosial untuk mencari solusi terbaik dan menghindari PHK. kata Ida medio Maret 2020 silam. Baca Juga: Lima Dampak Covid-19 yang Dikhawatirkan Serikat Pekerja

 

Dia mengatakan situasi penyebaran wabah Covid-19 saat ini tidak dikehendaki oleh siapapun. Bukan hanya masalah pekerja dan pengusaha, tetapi juga pemerintah. Akibatnya, pnyebaran Covid-19 yang semakin meluas di Indonesia ini banyak industri manufaktur menurunkan kapasitas produksinya.  

 

Ketua Pusat Studi Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja Universitas Trisakti Andari Yurikosari melihat dampak turunnya produksi itu bisa berujung pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sebagian pekerja yang mengerjakan jenis pekerjaan tertentu, seperti cleaning service dan yang berstatus pekerja outsourcing.

 

Untuk pekerja berstatus perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) dan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT), Andari melihat ada perusahaan meliburkan, merumahkan atau bekerja dari rumah. Bagi buruh yang diliburkan atau dirumahkan, buruh yang bersangkutan tetap mendapat haknya, seperti upah. Tapi buruh yang diliburkan atau dirumahkan ini biasanya tidak mendapat tunjangan tidak tetap seperti uang transportasi dan uang makan karena mereka tidak masuk kerja.

 

Bagi buruh yang bekerja dari rumah, Andari mengatakan buruh tersebut seharusnya tetap mendapatkan hak sebagaimana mestinya. Mengenai tunjangan hari raya (THR) dan cuti, Andari menegaskan buruh berhak mendapatkan hak tersebut meskipun dalam keadaan darurat kesehatan seperti saat ini.

 

“Baik buruh yang diliburkan, dirumahkan, atau bekerja dari rumah, mereka tetap mendapatkan hak-haknya karena hubungan kerja antara pengusaha dan pekerja masih berlangsung,” kata Andari ketika dihubungi, Rabu (1/4/2020).

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua