Kamis, 30 April 2020

Kenapa Start Up Indonesia Beramai-ramai Pindah ke Singapura? Oleh: Ahmad Fikri Assegaf*)

Kemudahaan akses pada modal menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor.
RED
Ahmad Fikri Assegaf. Foto: RES

Banyak sekali start up Indonesia, baik yang masih kecil maupun yang sudah besar, memilih untuk memarkir saham pendirinya di Singapura. Pilihan ini sering dianggap sikap tidak nasionalis sehingga perusahaan dan nilai yang diciptakan melaluinya tidak lagi dianggap sebagai karya anak bangsa asli.

 

Penulis tidak ingin membahas mengenai asal usul label tidak nasionalis kepada perusahaan yang memiliki induk perusahaan di luar negeri. Tulisan singkat ini hanya akan mencoba menjawab KENAPA banyak start up memutuskan untuk membuat induk perusahaan di luar negeri khususnya Singapura.

 

Syarat Perusahaan Induk Luar Negeri

Penulis kebetulan pernah membantu beberapa start up dalam memproses pendanaan perusahaannya oleh venture capital (VC) atau investor lainnya dari luar negeri. Biasanya setelah investor secara prinsip sudah menyetujui rencana investasi, mereka akan mengeluarkan term sheet yang merupakan versi ringkas dari ketentuan investasi yang mereka inginkan.

 

Salah satu ketentuan penting dalam terms sheet ini adalah bagaimana investasi akan mereka lakukan. Baik dari segi instrumen yang dikehendaki maupun struktur perusahaan yang diharapkan. Dalam kaitan dengan struktur perusahaan, dapat dikatakan delapan dari sepuluh VC menginginkan agar start up yang hampir seluruhnya berbentuk PT Indonesia itu, membentuk perusahaan induk di Singapura.

 

Caranya? Founders (pendiri) start up yang bersangkutan diminta mendirikan perusahaan di Singapura, dan perusahaan Singapura tersebut kemudian membeli seluruh saham milik founders start up. Hasilnya, perusahaan start up yang sebelumnya perusahaan milik warga negera Indonesia 100% berubah menjadi perusahaan PMA milik perusahaan di Singapura.   

 

Pendiri Start Up Senang Pindah ke Luar Negeri?

Berkaca dari pengalaman Penulis, tidak ada founder start up yang senang memindahkan sahamnya ke perusahaan Singapura. Alasannya, transaksi tersebut cukup mahal. Biaya pendirian dan lain-lain sekitar $5,000-10,000. Di samping itu ada biaya tahunan yang juga lumayan besar. Semua biaya tersebut harus ditanggung oleh founder.

 

Alasan lainnya, saham atas perusahaan yang mereka dirikan dan bangun dengan perjuangan dan doa harus berpindah ke yurisdiksi lain yang jauh dan asing bagi mereka. Tentu boleh kita bertanya, kalau tidak senang pindah ke luar negeri, kenapa lantas mau membentuk perusahaan induk di Singapura?

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua