Pojok PERADI

Wajah Baru PERADI dalam Semangat Single Bar

Otto Hasibuan berharap, melalui raker ini, setiap pengurus dapat fokus memberikan sumbangsih pemikiran maksimal untuk PERADI di masa depan.
Oleh:
Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 3 Menit

 

“Secara tampilan, alasan yang mendasari dibuatnya kompetisi ini adalah sulitnya membedakan antara toga jaksa dan advokat. Namun, hal yang mendasar, kita melihat bahwa perkembangan advokat sekarang sudah jauh berbeda. Kita ingin mengembalikan dasar tersebut, bahwa sudah tugas advokat membela kepentingan rakyat,” jelas Otto.

 

Hal tersebut diwujudkan dalam desain baju toga dengan kantong dibelakang. Artinya, meski advokat membutuhkan uang, sebagai profesi yang officium nobile, ia tetap harus menempatkan tugas membela keadilan sebagai prioritas. Jika ditarik mundur, filosofi ini juga sesuai dengan fakta sejarah, bahwa pada awal abad 17, para pengacara (barrister) memasang kantong kecil di belakang pundak kiri (punggung) sebagai tanda bahwa mereka bersedia menerima uang sebagai tanda terima kasih/penghormatan atas jasa yang diberikan.

 

“Detail jumlah lipit pada bagian dada, tangan, dan punggung mengacu pada prinsip kerja seorang advokat sebagaimana tertulis dalam Undang-Undang No. 18 Tahun 2003,” sambung Fera Fatmatuzzahra, Juara Pertama dari Sayembara Desain Toga PERADI.

 

Sementara itu, logo baru PERADI diciptakan berdasarkan delapan fungsi PERADI, di antaranya melaksanakan profesi advokat; pengujian calon advokat; mengangkat advokat; membuat kode etik; membentuk dewan kehormatan; membentuk komisi pengawas; melakukan pengawasan advokat; dan menghentikan advokat.

 

Hukumonline.com

Ketum DPN PERADI bersama logo baru PERADI. Foto: RES.

 

“Sebelumnya hanya tulisan PERADI. Namun, melalui logo baru ini, kami ingin menunjukkan bagaimana memperjuangkan kepentingan para pencari keadilan. Untuk dapat mencapai standarisasi yang baik, butuh organisasi yang memiliki kewenangan tunggal. Karena itu, logo yang diciptakan menggambarkan perjuangan kami terhadap single bar,” pungkas Otto.

 

Dalam kesempatan ini, PERADI juga meluncurkan kartu tanda anggota yang berlaku mulai tanggal 31 Desember 2021 sampai 31 Desember 2024; serta  mengumumkan salah satu kabar bahagia, yakni pembelian gedung baru DPN PERADI.

 

Artikel ini merupakan kerja sama Hukumonline dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI).

Berita Terkait