Bisakah Dipecat karena Tidur di Tempat Kerja?

Bacaan 6 Menit
Bisakah Dipecat karena Tidur di Tempat Kerja?
Pertanyaan

Bila diketahui (atas laporan seseorang) bahwa seorang pekerja kedapatan tidur di tempat kerja meskipun dalam keadaan sakit. Tetapi, pekerja tersebut tidak memberitahukan kondisinya tersebut. Sehingga dia tertangkap basah dalam keadaan tidur, lalu disuruh buat surat pernyataan untuk tidak mengulang hal tersebut dan disuruh pulang untuk berobat ke dokter (dia mendapat surat dokter). Tetapi, pada esok harinya dia langsung dipanggil dan diberitahu dia akan di-PHK. Pertanyaannya: apakah ada undang-undangnya yang mengatur hal tersebut? Dan sudah sesuai ketentuan hukumkah putusan PHK tersebut? Bagaimana aturan pesangonnya, dan hak apa saja yang harus diterima bila kejadiannya seperti tersebut?

Intisari Jawaban

Pada dasarnya pengusaha, pekerja, serikat pekerja/serikat buruh, dan pemerintah harus mengupayakan agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (“PHK”) atau pemecatan. Namun jika PHK tidak bisa dihindari, maksud dan alasan PHK harus diberitahukan oleh pengusaha kepada pekerja dan/atau serikat pekerja/serikat buruh.

Tapi, benarkah karena alasan tidur pada saat jam kerja di tempat kerja sebagaimana yang Anda ceritakan si pekerja bisa langsung dipecat begitu saja? Atau adakah prosedur hukum yang harus dilakukan sebelum PHK dilakukan?

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.