Publik tanah air belum lama ini diramaikan dengan beredarnya video tentang seorang nenek yang ditolak bertransaksi pembelian di gerai produk roti karena menggunakan uang tunai. Seorang pria dalam video yang beredar terlihat memprotes pegawai gerai yang menolak pembayaran uang tunai oleh nenek yang hendak membeli roti.
Pihak roti belakangan memberi respons lewat media sosial resminya. Rilisnya menjelaskan bahwa kebijakan menggunakan pembayaran nontunai bertujuan memudahkan dan menghadirkan berbagai promo serta potongan harga untuk pelanggan setia. Namun, pihak roti menjanjikan evaluasi internal demi perbaikan layanan ke depan.
Bank Indonesia (BI) merespons pula situasi ini dengan menegaskan bahwa penggunaan mata uang tunai sebagai alat transaksi pembayaran masih sangat penting. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan kepada wartawan saat dimintai tanggapan. BI memang mendorong masyarakat membayar secara nontunai karena faktor kecepatan, kemudahan, dan keamanan. “Penggunaan nontunai juga dimaksudkan agar masyarakat terhindar dari uang palsu,” katanya kepada awak media.
Namun, Ramdan Denny mengakui keragaman demografi dan tantangan geografis serta teknologi Indonesia. Oleh karena itu, uang tunai masih sangat diperlukan dan dipergunakan dalam transaksi di berbagai wilayah.

























