Sabtu, 12 November 2016
Tersangka Pungli di Pelabuhan Tanjung Perak Bertambah
ANT/MYS
Dibaca: 1185 Tanggapan: 0
Mabes Polri menetapkan DJ alias J sebagai tersangka pungutan liar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. "Kami menambah satu tersangka baru DJ alias J. Jadi, ia merupakan bagian dari kegiatan pungli dan menerima hasil pungli itu," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya, di Jakarta, Jumat (11/11) sebagaimana dikutip dari Antara.
 
Sebelumnya Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan A, F, dan RS sebagai tersangka pungli.

Agung menjelaskan kasus pungli di Tanjung Perak melibatkan sebuah perseroan terbatas (PT AMK). Perusahaan ini diduga memungut biaya dari pengusaha di pelabuhan dalam hal ini pengusaha Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) atau importir. "Setiap kontainer harus bayar Rp500 ribu sampai Rp2 juta,” jelas Agung.

Polisi menduga perseroan bisa mengumpulkan 4-5 miliar rupiah setiap bulan. Uang tersebut diduga dibagi-bagikan kepada beberapa pihak. "Kami akan lakukan pemberkasan untuk penyelesaian kasus ini," ujar Agung.
 
Kasus ini terkuak atas informasi adanya pungli yang dilakukan AMK kepada pemilik kontainer di Pelabuhan Tanjung Perak. Pungli ini membebankan biaya tambahan yang dituangkan pada tagihan (invoice) yang harus dibayarkan oleh pemilik kontainer.
 
Dalam pengungkapan kasus tersebut, Tim Satgas memblokir 17 rekening bank yang berisi Rp15 miliar. Belasan rekening tersebut dijadikan sebagai rekening penampung hasil pungli.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.