Sabtu, 19 Agustus 2017
Mendag Simulasi Sistem Lelang Gula Kristal Rafinasi
Fathan Qorib/ANT
Dibaca: 985 Tanggapan: 0
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita melakukan sosialisasi dan simulasi sistem lelang gula kristal rafinasi yang sedianya akan diterapkan pada 1 Oktober 2017 mendatang. "Kita melakukan simulasi mengenai lelang gula sehingga bisa tahu persis kesiapannya yang sesuai Permendag di Oktober nanti," ujar Enggartiasto Lukita dalam kunjungannya ke PT Pasar Komoditas Jakarta (PKJ) di Jakarta, sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat (18/8) malam.
 
Ia mengemukakan, skema lelang gula kristal rafinasi merupakan implementasi Peraturan Menteri Perdagangan No. 40/M-DAG/PER/3/2017 atas Perubahan Peraturan Menteri Perdagangan No. 16/M-DAG/PER/3/2017 tentang Perdagangan Gula Kristal Rafinasi Melalui Pasar Lelang Komoditas.
 
Selain itu, pihaknya juga memeriksa kesiapan dari PT Pasar Komoditas Jakarta selaku penyelenggara lelang agar Permendag berjalan sesuai yang diharapkan. "Kita mau tahu persis bagaimana kesiapan PKJ, mereka juga sudah sosialisasi ke industrinya, juga ke buyer-nya industri makanan dan minuman," paparnya.
 
Melalui skema lelang, lanjut Mendag, maka Industri Kecil Menengah (IKM) dan industri besar akan memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan gula kristal rafinasi. "Industri kecil tidak mempunyai playing field sumbernya, karena gula rafinasi yang masuk ke dalam negeri hanya melayani industri besar," katanya.
 
Enggartiasto Lukita juga mengatakan bahwa melalui sistem lelang yang akan diterapkan, memungkinkan bagi IKM untuk mendapatkan porsi lebih dari 20 persen dari total gula kristal rafinasi yang masuk ke dalam negeri. "Bahkan pada jam-jam tertentu, akan melayani IKM terlebih dulu, baru kemudian yang besar." 
 
Selain itu, ia menambahkan, melalui sistem lelang juga akan terdeteksi secara rinci data penjual dan pembeli gula rafinasi, sehingga dapat meminimalisir yang masuk ke pasar ritel, karena gula kristal rafinasi hanya untuk industri. Saat ini, terdapat sekitar 250 hingga 300 yang terdaftar sebagai pembeli yang berasal dari IKM dan industri besar. Sementara itu terdapat 11 penjual yang terdaftar dan siap memasok gula kristal rafinasi ke dalam negeri.
 
"Yang juga bisa diatasi adalah rembesannya yang rata-rata 200-300 ribu ton per tahun. Dengan sistem ini maka akan terlihat pembeli dan penjual dengan barcode, juga terdeteksi gula itu kemana tujuannya," katanya.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.