Terbaru

7 Pesan Jaksa Agung di Hari Bhakti Adhyaksa ke-62

Jaksa Agung juga menyampaikan 8 capaian yang diraih Kejaksaan RI pada semester I Tahun 2022.

Oleh:
Rofiq Hidayat
Bacaan 4 Menit
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dalam Upacara Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-62 dengan tema 'Kepastian Hukum Humanis Menuju Pemulihan Ekonomi' di pelataran Gedung Menara Kartika Kejaksaan Agung, Jumat (22/7/2022). Foto: Humas Kejagung
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dalam Upacara Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-62 dengan tema 'Kepastian Hukum Humanis Menuju Pemulihan Ekonomi' di pelataran Gedung Menara Kartika Kejaksaan Agung, Jumat (22/7/2022). Foto: Humas Kejagung

Di Hari Bhakti Korps Adhyaksa ke-62, Kejaksaan sebagai instansi di bidang penuntutan menyampaikan sejumlah capaian dalam kurun waktu satu semester di periode 2022. Berbeda dengan semester pertama di 2021, periode 2022 semester pertama terdapat peningkatan siginifikan di delapan bidang.

“Terdapat peningkatan capaian positif sampai dengan Juni 2022 dibandingkan dengan semester I Tahun 2021,” ujar Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dalam Upacara Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-62 dengan tema “Kepastian Hukum Humanis Menuju Pemulihan Ekonomi” di pelataran depan Gedung Menara Kartika, Kejaksaan Agung, Jumat (22/6/2022).

Jaksa Agung mengurai 8 bidang yang dimaksud. Pertama, bidang pembinaan. Dalam realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari seluruh bidang kejaksaan telah melampaui target yakni sebesar Rp753 miliar. Angka tersebut meningkat sebesar Rp453 miliar dari tahun sebelumnya.

Kedua, bidang intelijen. Pengamanan pembangunan strategis terhadap 335 kegiatan dengan pagu anggaran Rp68,9 triliun dilakukan bidang intelijen. Angka tersebut meningkat 291 kegiatan dari sebelumnya. Selain itu, mengawal 6 kegiatan investasi dengan nilai Rp28 triliun. Angka tersebut meningkat Rp4,3 triliun. Sedangkan capaian tangkap buron berhasil membekuk 113 buronan. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 96 buron dari sebelumnya.

Baca Juga:

Ketiga, bidang tindak pidana umum. Menurutnya, pelaksanaan sidang online sebanyak 530.433 kali persidangan. Angka tersebut meningkat 191.343 kali persidangan. Sementara penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif sebanyak 848 perkara. Angka tersebut meningkat 802 perkara. ”Kemudian membentuk Rumah Restorative Justice sebanyak 810 dan Balai Rehabilitasi Napza sebanyak 48 balai,” ujarnya.

Keempat, bidang tindak pidana khusus (Tipidsus). Sejak Juli 2021 bidang tipidsus telah menangani 28 perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU). Kemudian menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp7,3 triliun serta menyidik dan melimpahkan perkara dugaan pelanggaran HAM yang berat di Kabupaten Paniai ke Pengadilan Negeri Makassar.

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait