Afrian Bondjol Akui Membuat Skema Pasca Gary Tertangkap
Berita

Afrian Bondjol Akui Membuat Skema Pasca Gary Tertangkap

Namun Afrian membantah skema yang dibuatnya untuk menyelamatkan OC Kaligis dan Gatot.

NOV
Bacaan 2 Menit
Afrian Bondjol saat bersaksi dengan terdakwa OC Kaligis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (4/11). Foto: RES
Afrian Bondjol saat bersaksi dengan terdakwa OC Kaligis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (4/11). Foto: RES

Mantan asisten lawyer di kantor OC Kaligis & Associates, Afrian Bondjol, mengaku pernah menerima telepon dari OC Kaligis pasca M Yagari Bhastara Guntur alias Gary tertangkap KPK. OC Kaligis menelepon Afrian melalui telepon genggam Yenny Oktarina saat para anak buah OC Kaligis tengah berkumpul di Hotel Redtop.

Dalam pembicaraan telepon, menurut Afrian, OC Kaligis menyampaikan dirinya tidak pernah memerintahkan Gary menyuap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan. OC Kaligis juga menyampaikan tidak pernah ada pembayaran dari Gatot ke kantor OC Kaligis terkait penanganan perkara di PTUN Medan.

Afrian membenarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibacakan penuntut umum KPK, Ahmad Burhanuddin. Dimana, Afrian menyatakan, penyampaian OC Kaligis mengenai tidak ada pembayaran dari Gatot tersebut berkaitan dengan rencana pemeriksaan Gatot di KPK. Setelah itu, Afrian pun menerima telepon dari Gatot.

"Kami sepakat bertemu di restoran lantai 5 sekitar jam 9 atau 10 malam di Grand Hyatt. Pak Gatot datang bersama istrinya. Pak Gatot menyampaikan ke saya, harusnya ada Fuad di sini, dia yang bisa jelaskan permasalahnnya," katanya saat bersaksi dalam sidang perkara suap dengan terdakwa OC Kaligis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (4/11).

Saat pertemuan itu, lanjut Afrian, Gatot menjelaskan bahwa yang mengetahui duduk permasalahan perkara di PTUN Medan adalah Kabiro Keuangan Pemerintah Provinsi Sumut, Ahmad Fuad Lubis. Gatot menyarankan agar mantan anak buah OC Kaligis yang akrab disapa Boy ini langsung menemui Fuad di Medan.

Afrian bertolak dari Jakarta ke Medan. Selama di pesawat, Afrian sempat membuat coret-coretan mengenai posisi perkara Gary. Sesampainya di Bandara Kualanamu, Medan, Afrian bersama rekannya, Vincentius Tobing dijemput sejumlah orang. Afrian diajak masuk ke sebuah mobil, dimana sudah ada Gatot dan Fuad.

Sembari mobil berputar-putar di tol sekitar Bandara Kualanamu, Afrian mengeluarkan secarik kertas untuk membuat skema posisi kasus sambil mendengarkan cerita Gatot. Sampai akhirnya, Afrian menyimpulkan, posisi Gatot aman. "Sebagai advokat, saya bilang, kalau begini aman dong Pak Gatot karena tidak ada aliran dana," ujarnya.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info