Afrian Bondjol Akui Membuat Skema Pasca Gary Tertangkap
Berita

Afrian Bondjol Akui Membuat Skema Pasca Gary Tertangkap

Namun Afrian membantah skema yang dibuatnya untuk menyelamatkan OC Kaligis dan Gatot.

NOV
Bacaan 2 Menit

Dengan demikian, Afrian membantah keterangan Fuad yang sebelumnya menerangkan Afrian membuat skema penyelamatan Gatot dan OC Kaligis. Afrian mengungkapkan dirinya tidak pernah membuat skema dengan memotong-motong garis perintah, garis koordinasi, dan garis aliran dana untuk menyelamatkan Gatot dan OC Kaligis.

Pertemuan dengan Gatot dan Fuad pun diakui Afrian bukan atas perintah OC Kaligis. Afrian mengatakan, pertemuan di Grand Hyatt dan Medan murni inisiatif pribadi. Afrian yang sudah memiliki kantor hukum sendiri ini beralasan dirinya hanya mencoba memberikan konsultasi hukum untuk mendapatkan klien baru.

"Iya. Bisa dikatakan demikian. Tidak ada perintah Pak Kaligis. Saya juga tidak pernah melaporkan pertemuan itu ke Pak Kaligis. Saat di mobil, saya menanyakan ke Pak Gatot, bagaimana sih perkaranya. Katanya yang memberi kuasa, Fuad. Saya bawa kertas, pulpen, saya gambar kasus posisinya," terangnya.

Afrian sendiri menjelaskan dirinya mengenal OC Kaligis sejak tahun 2002 saat menjadi asisten lawyer di kantor hukum OC Kaligis. Namun, Afrian sudah tidak aktif di kantor OC Kaligis sejak awal 2013. Afrian kini memiliki kantor hukum sendiri bernama "Advokatku". Oleh karena itu, ia tidak tahu-menahu mengenai perkara di PTUN Medan.

Perkara yang menjerat OC Kaligis dan Gary ini pun baru diketahui Afrian setelah Gary tertangkap KPK. Ketika itu, Afrian mendapatkan informasi bahwa rekannya, Gary ditangkap KPK di Medan. Afrian yang sedang berada di Padang langsung berangkat ke Medan untuk menemui Gary. Akan tetapi, Afrian gagal bertemu Gary.

Lalu, Afrian bertolak ke Jakarta untuk menyambangi KPK. Saat di KPK, Afrian sempat berkomunikasi dengan salah satu anak buah OC Kaligis, Yurinda Tri Achyuni alias Indah. "Saya khawatir dia ikut terseret kasus ini. Saya tanya, 'Ndah, kamu masih (pegang) telepon yang biasa? Buang saja'," tuturnya.

Saran agar Indah membuang telepon genggam miliknya itu, menurut Afrian, hanya saran spontan sebagai seorang teman. Mendengar informasi adanya penangkapan Gary oleh KPK, Afrian khawatir Indah akan ikut terseret. Afrian menyarankan Indah membuang telepon genggamnya karena takut Indah disadap KPK.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info