ANT | Sandy Indra Pratama
Nuh menyebutkan tim penasehat Jessica keberatan dilakukan pemeriksaan ulang secara apple to apple padahal pihak terdakwa yang mengajukan konfrontasi dan uji ulang rekaman CCTV.Pemeriksaan ulang kamera tersembunyi itu mengetahui isi rekaman saat korban Wayan Mirna Salihin kolaps usai menenggak es kopi Vietnam di Kafe Oliver Grand Indonesia Jakarta Pusat. (Baca juga: M Nuh Al-Azhar, Ahli IT yang Jadi Penegak Hukum)Selain itu, Nuh mengungkapkan kubu pengacara Otto Hasibuan juga keberatan usulan hakim untuk menggunakan resource CCTV yang sama dari DVR. "Padahal dipersilakan gunakan software dan SOP milik ahli dari tim Otto," ujar Nuh.Nuh menduga penolakan Otto itu menunjukkan terdapat sesuatu yang disembunyikan dan tidak dibenarkan secara scientific. Ia mengatakan tim IT dari Otto terkait adanya ukuran yang tidak proposional pada jari telunjuk Jessica merupakan analisa yang tidak benar.Nuh beralasan tim IT dari Otto mengambil rekaman pada tiga stasiun televisi yang telah mengalami perubahan sehingga terjadi kesalahan.
Rismon menjelaskan mengenai video CCTV yang digunakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai bukti dan sudah diputar di tengah persidangan. Menurut Rismon, banyak kejanggalan dalam video tersebut. Manipulasi citra digital sangat mungkin terjadi jka ada penambahan maupun pengurangan pixel di dalam video CCTV tersebut.