Akses terhadap informasi hukum dianggap menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pemenuhan hak, memperkuat kesadaran hukum, dan mendorong terwujudnya keadilan. Hal tersebut menjadi landasan komitmen bagi Hukumonline untuk memperluas jangkauan akses informasi tersebut ke segala lini masyarakat.
Melalui program AIlex for Good, perusahaan yang telah bergerak selama lebih dari dua dekade ini memberikan akses terhadap generatif AI. Yakni AIlex secara pro bono kepada lembaga-lembaga yang senantiasa berjuang dalam memperoleh keadilan bagi masyarakat.
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menjadi lembaga ke-52 yang mendapatkan akses tersebut untuk membantu mereka dalam riset-riset hukum maupun advokasi.
“Ini akan sangat membantu kerja-kerja riset yang dilakukan. Setiap tahun Kontra situ setidaknya mengeluarkan lima produk riset kalau ditotal dengan riset tematik dan juga riset yang sifatnya rutin ada tujuh publikasi wajib yang kita keluarkan setiap tahun,” ujar Kepala Divisi Riset dan Dokumentasi Kontras, Hans Giovanny Yosua dalam Silaturahmi dan Seremoni AIlex for Good, Jumat (16/10/2026).
Baca juga:
- Dari Riset hingga Advokasi, Ini Cara ICW Mengawal Pemberantasan Korupsi
- Elsam dan Hukumonline Jajaki Kolaborasi Perluas Diseminasi Riset HAM di Era Digital
- Satya Bumi Gandeng Hukumonline Manfaatkan AIlex for Good untuk Kerja Lingkungan
Ia menjelaskan kerja-kerja Kontras tidak hanya seputar riset tetapi juga melakukan advokasi yang sifatnya litigasi maupun non litigasi. Alhasil, dengan hadirnya AIlex di Kontras bakal membantu dalam penyusunan gugatan atau memberi kasasi di divisi hukum dan advokasi.
Sebelumnya pada tahun 2024, Hans mengungkapkan Kontras telah mencoba untuk mengembangkan sebuah machine learning untuk melakukan pemantauan dan analisis isu-isu hak asasi manusia (HAM). Namun sayangnya, pengembangan tersebut harus terhenti.
















