“Jadi ini (AIlex) tentu satu hal yang baik. Kita bisa memanfaatkan karena kami ingat waktu itu kita hampir punya sendiri yang kita kembangkan tapi gagal,” jelasnya.
Hans sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Hukumonline atas kerjasama yang dilakukan melalui AIlex for Good yang nantinya akan memudahkan kerja-kerja tim Kontras dalam memperjuangkan keadilan bagi publik.
“Terima kasih kepada Hukumonline. Semoga kerja sama kita ke depan dapat berjalan dengan lancar. Kami sangat berharap penggunaannya nanti bisa membantu kerja-kerja teman-teman,” ungkap Hans.
Sementara Chief Media & Engagement Officer (CMO) Hukumonline, Amrie Hakim menegaskan pemberian akses AIlex secara pro bono kepada Kontras semata-mata untuk dimanfaatkan para peneliti dan anggota khususnya divisi riset dan dokumentasi sebagai alat bantu kerja.
“Harapan kami kerja sama ini, khususnya AIlex ini memberikan manfaat bagi kita semua, bagi masyarakat, dan mendukung kerja-kerja Kontras ke depannya,” kata Amrie.
Hukumonline sendiri senantiasa mengikuti berbagai upaya advokasi yang dilakukan Kontras. Mulai dari pengungkapan fakta di balik demonstrasi pada Agustus 2025, penerbitan laporan investigasi independen terkait serangan terhadap Andrie Yunus pada April 2026, hingga advokasi reformasi sektor keamanan termasuk uji materiil Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Mahkamah Konstitusi (MK).
Atas dasar itu, Amrie menilai kerja-kerja yang selama ini dilakukan Kontras membutuhkan dukungan informasi hukum yang akurat dan relevan, baik untuk kepentingan riset, dokumentasi, analisis, advokasi maupun edukasi publik.
“Kebutuhan inilah yang ingin kami dukung melalui program AIlex for Good, sebuah inisiatif tanggung jawab sosial Hukumonline kepada lembaga yang berkontribusi dalam memperjuangkan kepentingan publik dan keadilan di Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan AIlex telah terekognisi oleh berbagai praktisi hukum terkait kebermanfaatan generative AI tersebut. Apalagi, jawaban yang diberikan AIlex diambil dari database Hukumonline yang dihimpun sejak 26 tahun yang lalu.
“Bisa kami katakan bahwa AIlex ini sudah mendapatkan rekognisi atau pengakuan daripada praktisi-praktisi hukum bahwa keandalan AIlex ini sebagai Gen AI pertama untuk bidang hukum di Indonesia,” pungkasnya.
















