Anugerah Dosen Hukum Favorit 2025: Apresiasi Pencetak Insan Hukum Berkualitas
Terbaru

Anugerah Dosen Hukum Favorit 2025: Apresiasi Pencetak Insan Hukum Berkualitas

Penghargaan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan merepresentasikan suara mahasiswa yang merasakan langsung dampak pengajaran inspiratif dan penuh dedikasi dari para dosen.

Hanifah Dwi Jayanti
Bacaan 3 Menit
Chief Media & Engagement Hukumonline, Amrie Hakim. Foto: Tangkapan layar Zoom/HFW
Chief Media & Engagement Hukumonline, Amrie Hakim. Foto: Tangkapan layar Zoom/HFW

Hukumonline sukses menggelar Anugerah Dosen Hukum Favorit 2025 yang didukung oleh Arkananta Vennootschap. Ajang penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada para dosen hukum yang dinilai inspiratif dan memiliki dedikasi tinggi dalam kegiatan akademik serta pembentukan karakter mahasiswa.

Dalam penganugerahan tahun ini, sebanyak 35 dosen terpilih sebagai penerima Anugerah Dosen Hukum Favorit 2025, masing-masing mewakili 35 perguruan tinggi negeri dan swasta. Chief Media & Engagement Hukumonline, Amrie Hakim, menyampaikan bahwa ajang yang diselenggarakan untuk kedua kalinya ini merupakan wujud nyata apresiasi Hukumonline atas dedikasi para dosen dalam mencetak generasi insan hukum yang unggul dan berintegritas.

Selama lebih dari dua dekade, kata dia, Hukumonline telah menjadi mitra akademisi hukum dengan menyediakan akses literatur hukum, putusan pengadilan, analisis regulasi, serta ruang diskusi yang memperkaya proses pembelajaran hukum di Indonesia.

Baca Juga:

“Penghargaan ini merupakan kelanjutan dari komitmen kami untuk terus mendukung ekosistem pendidikan hukum yang berkualitas,” ucapnya dalam Seremonial Anugerah Dosen Hukum Favorit 2025 via Zoom, Rabu (21/1).

Menurut Amrie, penghargaan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan merepresentasikan suara mahasiswa yang merasakan langsung dampak pengajaran inspiratif dan penuh dedikasi dari para dosen.

Adapun dalam seremoni ini, terdapat pula seminar bertema “Mengintegrasikan Logika AI untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Hukum dan Peradilan Indonesia”. Amrie menegaskan bahwa adaptasi pendidikan hukum di tengah era disrupsi digital sangat penting, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info