Rako mengungkapkan dengan Tiongkok sebagai mitra dagang terbesar Indonesia dan investor asing terbesar kedua, DeHeng Arko dinilai berada dalam posisi strategis untuk memperluas jangkauan layanan hukum di pasar dinamis ini. Menurutnya, DeHeng yang memiliki jaringan global yang mengesankan, dengan 59 kantor dan lebih dari 5.000 profesional hukum di seluruh dunia, lalu digabungkan dengan ARKO Law, menjadikan sumber daya ini menjadi fondasi kuat bagi DeHeng Arko untuk menciptakan nilai lebih bagi klien.
"Kami tidak sekadar menggabungkan sumber daya, kami sedang membangun fondasi untuk sesuatu yang lebih besar, sebuah platform untuk pertumbuhan dan penciptaan nilai bagi klien, pemangku kepentingan, dan komunitas yang kami layani," ucapnya.
Sependapat dengan Rako, Co-Director dari DeHeng Indonesia branch, Harrison Jia menekankan pentingnya Indonesia dalam konteks ekonomi global. Menurutnya, Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan pihaknya percaya bahwa dengan kolaborasi ini, dapat memberikan perlindungan hukum yang kokoh bagi para pengusaha Tiongkok yang ingin memasuki pasar Indonesia.
Selain itu, Jia juga menegaskan bahwa kemitraan ini membuka peluang untuk melayani pasar hukum Indonesia yang memiliki potensi besar. "Kami berharap dapat bekerja sama erat dengan ARKO Law untuk mewujudkan cita-cita bersama dalam menciptakan nilai bagi klien, pemangku kepentingan, dan komunitas." pungkasnya.
















