Gelaran Konferensi Nasional Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) III diselingi peluncuran buku ajar untuk mahasiswa dan dosen fakultas hukum berjudul Hukum Administrasi Negara yang diterbitkan Rajawali Press. Buku yang terdiri dari 13 Bab ini ditulis oleh 14 anggota APHTN-HAN yang merupakan pengajar HAN dari berbagai kampus hukum di Indonesia.
“Kita meluncurkan buku Hukum Administrasi Negara, hasil gotong royong para penulis dari anggota APHTN-HAN untuk dipergunakan bagi mahasiswa, dosen fakultas hukum, dan praktisi di bidang HAN,” ujar Sekjen APHTN-HAN Prof Bayu Dwi Anggono saat pembukaan Konferensi Nasional APHTN-HAN di Hotel Novotel, Banjarmasin, Jum’at (6/12/2024) malam.

Ketua Tim Penulis Dr. Oce Madril menyerahkan buku Hukum Administrasi Negara kepada Sekjen APHTN-HAN Prof Bayu Dwi Anggono.
Baca Juga:
Hakim Konstitusi Ini Paparkan Perspektif Baru Kekuasaan dalam Negara
Resmi Buka KNAPHTN-HTN III, Ketua MK Ingatkan Tantangan 'Digital Constitutionalism'
Bayu menjelaskan peluncuran buku Hukum Administrasi Negara ini merupakan tradisi setiap tahun dalam penyelenggaraan Konferensi Nasional APHTN-HAN. “Apresiasi kita sampaikan bagi para penulis buku Hukum Administrasi Negara, meskipun sempat diwarnai perdebatan cukup panjang yang akhirnya bisa tercapai kesepakatan. Dan apresiasi juga bagi Doktor Oce Madril sebagai Ketua Tim Penulis sekaligus Editor,” katanya.
Ketua Tim Penulis Dr. Oce Madril menerangkan buku Hukum Administrasi Negara terdiri dari 13 Bab sebagai bahan ajar standar dan riset untuk mahasiswa dan dosen di fakultas hukum. “Ada 14 penulis yang merupakan pengajar HAN, masing-masing penulis mengerjakan bab per babnya,” kata Oce Madril.

Ketua MK Dr. Suhartoyo dan Hakim Konstitusi Prof Guntur Hamzah (tengah) usai menerima buku Hukum Administrasi Negara.
















