ASLI 2026 Catat Rekor 570 Abstrak, Asia Didorong Perkuat Kolaborasi Hukum Hadapi Tantangan Global
Terbaru

ASLI 2026 Catat Rekor 570 Abstrak, Asia Didorong Perkuat Kolaborasi Hukum Hadapi Tantangan Global

Tingginya partisipasi peneliti dari berbagai negara menunjukkan besarnya perhatian terhadap pengembangan hukum yang mampu menjawab tantangan global, mulai dari kejahatan siber hingga krisis lingkungan.

Firyalfatin
Bacaan 3 Menit
Co-Director ASLI, Prof Kelry Loi saat memberi sambutan dalam pembukaan ASLI ke 26 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Rabu (3/6/2026). Fotografer/Resa Esnir
Co-Director ASLI, Prof Kelry Loi saat memberi sambutan dalam pembukaan ASLI ke 26 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Rabu (3/6/2026). Fotografer/Resa Esnir

Antusiasme akademisi hukum terhadap perkembangan global di kawasan Asia terus menunjukkan tren positif. Hal itu tercermin dari tingginya partisipasi dalam Konferensi Asian Law Institute (ASLI) ke-23 yang digelar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Rabu (3/6/2026).

Konferensi yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan hukum dari berbagai negara tersebut menerima lebih dari 570 abstrak penelitian. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 makalah terpilih untuk dipresentasikan dalam panel selama dua hari penyelenggaraan konferensi tersebut.

Co-Director ASLI, Prof Kelry Loi, mengatakan tingginya jumlah abstrak yang masuk menunjukkan besarnya minat akademisi untuk berkontribusi pada pengembangan studi hukum di Asia melalui riset dan pertukaran gagasan. Menurutnya, keberhasilan konferensi akademik tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari kualitas pertukaran ide dan hasil penelitian yang dibagikan.

“Konferensi ini berhasil menghimpun lebih dari 570 abstrak. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 makalah akan dipresentasikan. Ini sangat membanggakan. Mengingat, kesuksesan konferensi ini didasari oleh pertukaran ide maupun ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Baca juga:

Prof Kelry menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Hukum Universitas Indonesia sebagai tuan rumah konferensi tahun ini. Menurutnya, persiapan yang dilakukan FHUI mencerminkan komitmen kuat dalam mendukung terselenggaranya forum akademik internasional tersebut.

Ia juga menyoroti semakin pentingnya posisi Asia dalam perkembangan global. Menurutnya, kebangkitan Asia seharusnya dipandang sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan dunia, bukan sebagai ancaman.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info