Antusiasme akademisi hukum terhadap perkembangan global di kawasan Asia terus menunjukkan tren positif. Hal itu tercermin dari tingginya partisipasi dalam Konferensi Asian Law Institute (ASLI) ke-23 yang digelar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Rabu (3/6/2026).
Konferensi yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan hukum dari berbagai negara tersebut menerima lebih dari 570 abstrak penelitian. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 makalah terpilih untuk dipresentasikan dalam panel selama dua hari penyelenggaraan konferensi tersebut.
Co-Director ASLI, Prof Kelry Loi, mengatakan tingginya jumlah abstrak yang masuk menunjukkan besarnya minat akademisi untuk berkontribusi pada pengembangan studi hukum di Asia melalui riset dan pertukaran gagasan. Menurutnya, keberhasilan konferensi akademik tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari kualitas pertukaran ide dan hasil penelitian yang dibagikan.
“Konferensi ini berhasil menghimpun lebih dari 570 abstrak. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 makalah akan dipresentasikan. Ini sangat membanggakan. Mengingat, kesuksesan konferensi ini didasari oleh pertukaran ide maupun ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Baca juga:
- ASLI Conference ke-23 Resmi Digelar di FHU
- Nantikan! 23rd ASLI Annual Conference 2026 Bakal Digelar di FHUI
- Ranking FHUI Melejit, Kini Bertengger di Posisi ke-96 Besar Dunia versi QS 2026
Prof Kelry menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Hukum Universitas Indonesia sebagai tuan rumah konferensi tahun ini. Menurutnya, persiapan yang dilakukan FHUI mencerminkan komitmen kuat dalam mendukung terselenggaranya forum akademik internasional tersebut.
Ia juga menyoroti semakin pentingnya posisi Asia dalam perkembangan global. Menurutnya, kebangkitan Asia seharusnya dipandang sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan dunia, bukan sebagai ancaman.
















