Konferensi Asian Law Institute (ASLI) ke-23 resmi digelar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Rabu (3/6/2026). Konferensi tahunan tersebut mempertemukan akademisi, praktisi, peneliti, dan pemangku kepentingan hukum dari berbagai negara di Asia guna membahas perkembangan hukum kawasan di tengah tantangan global yang terus berubah.
Penyelenggaraan konferensi di Kampus FHUI ini menjadi momentum kedua kalinya sebagai tuan rumah sekaligus memperkuat posisi FHUI di tingkat internasional. Setelah fakultas tersebut masuk peringkat 96 dunia dalam QS World University Rankings by Subject, yang menjadikannya fakultas hukum pertama di Indonesia yang bertengger di jajaran Top 100 Dunia.
“Selama lebih dari 20 tahun, Asian Law Institute telah mempertemukan fakultas-fakultas hukum terkemuka di kawasan untuk bertukar gagasan, memperkuat kerjasama akademik, dan mendorong pemahaman yang lebih mendalam mengenai hukum di Asia,” ujar Dekan FHUI, Parulian Paidi Aritonang dalam sambutannya.
Baca juga:
- Nantikan! 23rd ASLI Annual Conference 2026 Bakal Digelar di FHUI
- Ranking FHUI Melejit, Kini Bertengger di Posisi ke-96 Besar Dunia versi QS 2026
.jpg)
Suasana peserta ASLI Ke-23 saat berfoto bersama. Fotografer/Resa Esnir
Pada tahun ini, ASLI mengangkat tema ‘Empowering Asia’s Rise: Legal Knowledge for Sustainability, Justice and Regional Integration’ yang dinilai relevan terhadap perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), tantangan lingkungan, dan ketidakpastian global yang kini terus memengaruhi cara hukum, tata kelola maupun keadilan.
“Perkembangan tersebut menghadirkan tantangan baru, tetapi juga menciptakan peluang untuk kolaborasi, inovasi, dan pembelajaran,” tegas Parulian.
Dia menilai konferensi ini menjadi kegiatan yang penting karena menghadirkan ruang bagi para akademisi dan praktisi hukum untuk saling berbagai perspektif dan mencari solusi atas berbagai persoalan hukum yang dihadapi masyarakat dan sistem hukum kawasan Asia di tengah tantangan tersebut.
















