Dalam rangka mendalami hubungan diplomatik Amerika Serikat dengan Indonesia, mahasiswa Fakultas Hukum dan Fakultas Humaniora President University menyambangi @america pada Kamis (30/11) lalu di Jakarta.
Seperti yang telah diketahui bersama Indonesia dan Amerika Serikat telah membuka hubungan diplomatik sejak tahun 1949. Hubungan antara kedua negara cenderung dekat. Kedua negara tersebut merupakan negara republik dan keduanya mengakui kepentingan strategis kedua belah pihak.
Sebanyak 129 mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum, Fakultas Humaniora, President University berkunjung ke @america bertemu dengan Michael F. Kleine, Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia.
Kegiatan ini merupakan Meet the U.S Embassy series. Mahasiswa yang ingin mengetahui pekerjaan Kedutaan Besar AS untuk Indonesia dan ingin mengetahui bagaimana rasanya menjadi diplomat menghadiri kegiatan ini.
Baca Juga:
- Mengenal Prodi Hukum President University
- Kekhasan Prodi Hukum President University, Program Streams Hingga Full Bahasa Inggris
Sesi pertemuan kedutaan besar Amerika Serikat yang kesepuluh ini berfokus pada mendapatkan wawasan tentang bagaimana inisiatif Amerika Serikat berkontribusi dalam memperkuat kemitraan dan menciptakan peluang untuk membangun hubungan diplomasi dengan Indonesia.
“Pertemuan ini bertujuan mendalami bidang diplomasi dan berbagai aspek kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat,” ujar Salsabila Basuki tim hubungan masyarakat President University.
Kleine sendiri sudah lebih dari 25 tahun berpengalaman dalam bidang diplomasi dan hukum di Departemen Luar Negeri AS. Ia juga sempat memimpin upaya Kedubes AS di Seoul untuk meratifikasi Kesepakatan Perdagangan Bebas AS-Korea.
Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa didampingi oleh Ketua Prodi Ilmu Hukum, Bayu Imantoro. Kemitraan Indonesia dengan AS telah terjalin cukup lama, terlebih setelah dua negara meningkatkan status kemitraannya menjadi Comprehensive Strategic Partnership (CSP).
“Ini memberikan manfaat yang luar biasa bagi kerja sama Indonesia dengan AS,” ungkap Kleine.
Acara tatap muka tersebut juga membahas isu- isu penting lainnya, seperti demokrasi, perubahan iklim, studi di AS, lanskap hukum serta menyoroti peluang kerja sama yang ada dan dapat lebih dimaksimalkan di masa depan.
















