Memiliki sepak terjang yang tinggi di industri petroleum (oil & gas), bahkan sempat menduduki jajaran International Legal Advisor di Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC (2006-2015) di Wina tak lantas membuat Ali Nasir melupakan masa-masa awalnya merintis karier pasca lulus sarjana hukum di Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 1996.
Masih segar dalam ingatannya ketika baru diperkenalkan ke dunia oil & gas oleh seorang senior USU bernama Budi Simamora yang telah lebih dahulu berkarier di Unocal (sebuah perusahaan petroleum asal California).
“Beliaulah yang pertama memperkenalkan saya ke dunia oil & gas,” kata Ali mengenang awal kariernya kepada hukumonline, Senin (2/9) lalu.
Ketika masih menjadi mahasiswa USU, Ia tak pernah berpikir ingin masuk ke dunia pertambangan, hanya saja Ia memang selalu berkeinginan keras untuk bekerja sebagai diplomat atau setidaknya bekerja di perusahaan multinasional. Hingga akhirnya takdir membawa Ali berjumpa dengan seniornya, mengikuti seleksi kerja hingga akhirnya diterima bekerja di Unocal pada 1997. Sempat mengikuti orientasi selama tiga bulan di Jakarta, Ali langsung ditugaskan ke Balikpapan.
Setahun berselang, Ali pamit kepada seniornya dan memilih pindah ke perusahaan oil & gas asal Prancis, yakni Total E&P. Di Total E&P, Ali masih ditempatkan di Kalimantan. Ali yang sebelumnya asing dengan wilayah Borneo mulai terbiasa, bahkan hampir 5 tahun lamanya Ia menghabiskan waktu bekerja di Total E&P Balikpapan hingga memberanikan diri menjemput mimpinya yang lain, yakni melanjutkan kuliah S2. Sayangnya, kali pertama Ia mencoba peruntungan lewat beasiswa chevening pada 2001, Ia ditolak.
“Saya apply beasiswa chevening pertama kali di 2001, tapi saat itu saya gagal, padahal sudah masuk tahap interview,” katanya.
Tak menyerah dengan takdir, Ia kembali mencoba peruntungan di 2002. The University of Dundee, satu-satunya Universitas di UK saat itu yang memiliki jurusan magister bidang petroleum law and policy menjadi incarannya. Bisa dibilang, 2002 menjadi tahun keberuntungannya. Saat itu, Ia lolos saringan ketat beasiswa chevening yang begitu kompetitif dan akhirnya berangkat kuliah ke The University of Dundee.
















