Daniel MA Siahaan, Antara Karier Lawyer dan In-House Counsel
Utama

Daniel MA Siahaan, Antara Karier Lawyer dan In-House Counsel

Awalnya, Daniel menganggap profesi In-House Counsel kurang challenging bila dibandingkan profesi advokat. Tetapi sejak beralih profesi, justru dia merasa dunia in-house counsel tidak kalah menantang yang dituntut menguasai ragam bidang hukum ketimbang advokat di firma hukum.

Ferinda K Fachri
Bacaan 5 Menit
Hukumonline
Hukumonline

Tidak sedikitpun terbesit di pikiran Corporate Legal Division Head PT Pamapersada Nusantara Daniel MA Siahaan, setelah menuntaskan pendidikan tinggi hukumnya bakal menyelami dunia in-house counsel. Alumni Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (FH Undip) dan University of Aberdeen itu mengaku sebagai pribadi yang amat menyukai tantangan.

“Awalnya saya ingin menjadi lawyer, saya (setelah lulus dari FH Undip) apply ke beberapa law firm. Tidak pernah berpikir mau masuk di sebuah perusahaan (menjadi in-house counsel, red). Karena menurut saya pada waktu itu, (bekerja) di perusahaan tidak challenging (menantang, red),” ungkap Daniel ketika berbincang dengan Hukumonline di kantornya, Jum’at (26/1/2024) lalu.

Baca Juga:

Lalu, Daniel diterima bekerja di firma hukum yang merupakan salah satu pionir dalam memberikan konsultasi hukum mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pasar modal di Indonesia. Jusuf Indradewa & Partners Legal Consultants (JI&P) merupakan firma hukum pertama bagi Daniel muda, mulai meniti kariernya dalam dunia praktisi hukum. 

Selama 5 tahun menjadi bagian dari JI&P, Daniel banyak menangani ragam transaksi pasar modal dan pekerjaan-pekerjaan lainnya. “Setelah saya dapat banyak ilmu dari JI&P, saya jadi berpikir. Kalau di law firm saja, saya tidak pernah bisa merasakan real di dalam industrinya (untuk terlibat langsung). Saya hanya bisa berperan sebagai seorang konsultan. Which is kalau konsultan hukum hanya bicara di konteks regulasi,” kata dia.

Dengan alasan itu, Daniel mulai tertarik untuk bergabung dengan perusahaan menjadi seorang in-house counsel. Mengirim lamaran ke beberapa perusahaan, pada tahun 2008 ia direkrut sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit, Minamas Plantation (Member of Sime Darby Group) sebagai Senior Legal Officer. 

“Mereka waktu itu rekrut saya karena mau IPO (Initial Public Offering), mereka cari lawyer yang ahli di bidang pasar modal. Setelah gabung di situ, ternyata tidak jadi IPO, mereka cukup punya modal yang banyak. Perusahaan Malaysia (Sime Darby Plantation) yang ternyata agak berbeda dengan Indonesia, hampir semua perusahaan mereka itu didukung pemerintah. Akhirnya di situ saya banyak pegang perizinan, litigasi.”

Hukumonline.com

Corporate Legal Division Head PT Pamapersada Nusantara Daniel MA Siahaan saat berbincang dengan Hukumonline.

Sama halnya seperti JI&P, kariernya sebagai Senior Legal Officer di perusahaan itu berlangsung selama 5 tahun. Sejak tahun 2012, Daniel diajak bergabung PT United Tractors Tbk dan berkarier hingga menduduki posisi Head of Legal Department. Dirinya banyak mempelajari seputar perizinan, isu operasional, sengketa, dan lain-lain. 

Berbekal pengalaman di dunia hukum, dia mendapat kesempatan belajar pada program Master of Laws (LLM) Energy, Environment, and Natural Resources Law dari University of Aberdeen. “Saya mau resign waktu itu dari UT (PT United Tractors Tbk.), tapi tidak diperbolehkan. Akhirnya kita buat komitmen, itulah terjadi bargaining saya ujungnya harus kembali ke UT lagi,” kenangnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan lanjutannya di Inggris dan mulai bekerja lagi di PT United Tractors Tbk. selama kurang lebih satu tahun, Daniel – yang sudah mengantongi pendidikan S-2 bidang energi dan lingkungan - akhirnya ditawari menduduki posisi Corporate Legal Division Head di PT Pamapersada Nusantara. Setelah bergabung, ia banyak berhadapan dengan Merger & Acquisition (M&A) dan berbagai isu hukum pertambangan dan perusahaan.

“Untuk memilih karier sebagai in-house counsel itu tergantung orang ya. Kalau di perusahaan itu sekalinya masuk setiap tahun naik gaji, ada bonus, begitu saja (siklusnya). Tapi apakah challenge-nya akan sama dengan di law firm? Itu kembali ke perusahaannya. Kalau saya merasa di Pama ini sudah semi law firm (tim legalnya). Mau tidak mau kita banyak terbiasa dengan legal activities, seperti due diligence, negosiasi, itu saya lihat dapat challenge juga di perusahaan.”

Sebagai seorang in-house counsel, kata dia, ada berbagai pekerjaan dan tugas-tugas yang ditekuni, tak sekadar melakukan review kontrak, membaca regulasi, riset regulasi, maupun mengurus izin semata yang menjadi pengetahuan dasar, tapi juga harus berkemauan untuk menyelami lingkup komersial dari perusahaan.

Untuk departemennya sendiri dibagi ke dalam 3 tim yang terdiri atas Project, Transaction & Advisory dengan fokus M&A; C&C (Corsec & Compliance) yang berfokus pada kepatuhan perusahaan termasuk perizinan; serta Operational Litigation. “Ketiga fungsi ini saling support. Makanya yang (orang anggap) hanya menangani kontrak itu memang legal-nya tidak mau mengembangkan diri,” ucap Daniel.

Menurutnya, hal seperti mempelajari akta ataupun kesepakatan dapat dikuasai seiring berjalannya waktu. Namun hal utama yang harus dikuasai dan dikerjakan oleh in-house adalah bisnis dari perusahaan baik berkaitan dengan bidang industri maupun perihal komersil. Dengan mengetahui seluk-beluk bisnis, maka in-house counsel dapat memahami berbagai aspek yang bersinggungan dengan hukum secara mendalam.

“Kalau di sini, anak-anak saya (tim legal) saya kirim ke site. Mereka yang baru-baru itu saya kirim sebulan dua bulan, ketika pulang mereka kasih tahu ke saya. Bisnisnya bagaimana, potensi masalahnya dimana? Itu saya minta kepada mereka untuk digali. Jadi stigma mengatakan in-house hanya review kontrak itu kembali ke orangnya. Karena itu basic banget, sesuatu yang harus kita tahu di awal, tapi pada titik tertentu harus bergerak. Tidak mungkin di situ-situ terus (pemahamannya).”

Sebagai pimpinan dari tim hukum di perusahaannya, Daniel memandang perkembangan teknologi sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan. Timnya mempergunakan berbagai aplikasi dan layanan yang dapat menunjang pekerjaan sehari-hari kalangan in-house counsel, diantaranya Regulatory Compliance System (RCS) dan EXDOMA dari Hukumonline.

Selain terbiasa menggunakan teknologi dan mengedepankan digitalisasi dalam berbagai aspek pekerjaan, Corporate Legal Division yang dipimpinnya dikenal sebagai tim yang inovatif. Hal ini tidak terlepas dari adanya kultur dan tuntutan dari perusahaan terhadap seluruh karyawan agar bisa melahirkan inovasi setiap tahunnya. 

Tak heran bila Tim PT Pamapersada Nusantara menjadi juara bertahan dalam Indonesia’s Most Innovative In-House Counsel Team kategori perusahaan energy & natural resources dalam ajang Hukumonline In-House Counsel Awards 2023. Baginya, inovasi menjadi salah satu kunci yang tidak boleh luput dari seorang in-house counsel. 

Hukumonline.com

Perwakilan pimpinan tim legal PT Pamapersada Nusantara Daniel MA Siahaan (kanan) saat menerima penghargaan Hukumonline In-House Counsel Awards 2023.

Tantangan

Ia melanjutkan membangun kesadaran hukum tersebut tentu tidak dapat dilakukan semudah menghadirkan kelas hukum untuk diikuti kalangan insinyur, misalnya. Justru membangun kesadaran hukum di perusahaan dengan tim lain dilakukan secara berkelanjutan dengan menghadirkan inovasi yang membuat siapapun dengan latar belakang berbeda, bisa paham dengan mudah.

“Mungkin sama di berbagai perusahaan, in-house counsel suka dibilang sebagai support function. Selalu mereka merasa bukan pemain utama (dibanding tim lain), banyak yang bilang seperti itu. Tantangannya apa? Saya selalu bilang ke anak-anak (tim saya), sangat mudah bagi kita menjawab semua isu yang ada di sini, tapi sangat sulit untuk menanamkan kepada mereka (tim lain) agar paham bahwa ini penting,” ungkapnya.

Hukumonline.com

Corporate Legal Division Head PT Pamapersada Nusantara Daniel MA Siahaan.

Menjawab tantangan ini, Daniel menginisiasikan hadirnya komik bulanan “Kak Daku” (Sadar Hukum) yang menyasar internal perusahaan dengan mengangkat isu operasional dari perspektif hukum. Inovasi ini telah berjalan sejak April 2022 dan dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran hukum, bahkan ditiru sejumlah divisi lain di perusahaannya.

“Masukan saya buat temen-temen yang mau menjadi in-house counsel, saat bergabung di sebuah perusahaan, hal pertama yang penting dilakukan pahami dulu bisnisnya. Dari tahap awal sampai hasil akhir, pelajari apakah dari tahapan-tahapan tersebut ada legal issue yang bisa kita jadikan concern. Sejauh mana mereka mau memahami bisnis itu, lalu mengembangkan pengetahuan hukum untuk diimplementasi dalam ruang lingkup bisnis itu. (Tapi) Jangan terlalu legalistik ya.”

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info