Di Tengah Ancaman bagi Advokat Muda, AI Buka Peluang Firma Hukum Kecil Bersaing
Terbaru

Di Tengah Ancaman bagi Advokat Muda, AI Buka Peluang Firma Hukum Kecil Bersaing

Bagi firma hukum kecil dan menengah, teknologi ini justru dianggap mampu mengurangi kesenjangan dengan kantor hukum besar yang selama ini unggul dalam sumber daya dan kapasitas riset.

Hanifah Dwi Jayanti
Bacaan 4 Menit

Pandangan serupa disampaikan Cho Jeong-hyeon, kepala kantor cabang sebuah firma hukum menengah di Suwon, Provinsi Gyeonggi. Ia menilai pola kerja pengacara kini mulai bergeser.

“Berkat AI, pengacara menghabiskan lebih sedikit waktu untuk menyusun dokumen hukum dan lebih banyak waktu untuk pengembangan bisnis serta pengelolaan hubungan dengan klien. Kita telah memasuki era ketika kemampuan komunikasi menjadi keterampilan yang sangat penting bagi seorang pengacara,” ujarnya.

Merespons perkembangan tersebut, Asosiasi Advokat Korea mulai menyiapkan berbagai langkah adaptasi. Direktur Kebijakan Asosiasi Advokat Korea, Kim Joo-hyun, mengatakan organisasinya telah menyelenggarakan pelatihan untuk membantu pengacara memanfaatkan AI generatif sebagai alat pendukung pekerjaan.

Selain itu, asosiasi juga membentuk satuan tugas khusus yang bertugas mengkaji dampak AI terhadap profesi hukum sekaligus menyusun pedoman penggunaan teknologi tersebut secara tepat dan bertanggung jawab.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info