Dies Natalis FHUI ke-100, Tonggak Sejarah Pendidikan Tinggi Hukum di Indonesia
Utama

Dies Natalis FHUI ke-100, Tonggak Sejarah Pendidikan Tinggi Hukum di Indonesia

Usia 100 tahun ini merupakan perjalanan panjang dan berharga, penuh pencapaian, serta tantangan yang memperkuat komitmen FHUI untuk berkontribusi dalam memperbaiki kehidupan bangsa dan memperjuangkan keadilan di Indonesia termasuk melahirkan banyak pejuang hukum dan tokoh perintis di tanah air.

CR 33
Bacaan 4 Menit

Dia berharap generasi penerus FHUI dapat melanjutkan kontribusi ini dalam pengembangan struktur hukum, substansi hukum, dan budaya hukum di Indonesia. “Kami berharap pendidikan tinggi hukum ke depan semakin berkualitas dan selaras dengan praktik hukum yang menjunjung tinggi keadilan bagi masyarakat,” tambahnya.

Hukumonline.com

Dekan Fakultas Hukum UI, Parulian Aritonang. Foto: RES

Sementara itu, dalam perayaan Dies Natalis ke-100 FHUI, Prof. Joanne van der Leun, Dekan Leiden Law School, turut memberikan ucapan selamat sekaligus menyampaikan pandangannya mengenai kerja sama dalam pengembangan pendidikan hukum antara Indonesia dan Belanda. Pada kesempatan tersebut, Prof. Joanne menyoroti sejarah panjang dan hubungan mendalam antara kedua negara serta harapannya untuk kolaborasi yang lebih erat di masa depan.

“Indonesia dan Belanda memiliki perbedaan yang besar dalam konteks dan jarak geografis, tetapi ada ikatan sejarah yang membentuk perjalanan hukum di antara keduanya. Saya senang bisa berpartisipasi dalam perayaan luar biasa ini,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Prof. Joanne menggarisbawahi pentingnya peran Fakultas Hukum dalam mencetak profesional hukum yang andal dan berintegritas. Dia mengapresiasi FHUI yang telah banyak berkontribusi dalam bidang hukum di Indonesia selama 100 tahun. Selain itu, dia mengatakan bahwa kolaborasi antara Leiden Law School dan FHUI adalah langkah penting untuk memperkuat pengembangan hukum yang berkelanjutan.

"Di Belanda, kami hanya memiliki sepuluh fakultas hukum, berbeda dengan Indonesia yang memiliki lebih dari 300 fakultas hukum. Hal ini membuka peluang besar bagi kami untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta belajar dari satu sama lain," katanya.

Hukumonline.com

Dekan Leiden Law School, Prof. Joanne van der Leun. Foto: RES

Prof. Joanne juga menyampaikan pentingnya mempersiapkan mahasiswa dengan keterampilan analitis, komunikasi, dan kemampuan bekerja dalam lingkungan lintas budaya, mengingat tantangan global yang semakin kompleks. Selain itu, dia menekankan bahwa kemajuan teknologi juga mempengaruhi pendidikan hukum saat ini, yang mendorong Leiden Law School untuk terus memperbarui kurikulum dan meningkatkan standar kompetensi lulusan.

“Kami berharap dapat memperkuat hubungan kami dengan FHUI dan sekolah-sekolah hukum lainnya di Indonesia. Kerja sama ini akan membantu mempersiapkan generasi baru profesional hukum yang mampu menghadapi tantangan global dengan semangat keadilan dan inklusivitas,” kata dia.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info