Dalam rangkaian acara sidang akbar tersebut, diluncurkan juga Buku 100 Tahun Pendidikan Tinggi Hukum di Indonesia yang ditulis oleh 19 tokoh hukum dengan dua editor yang merupakan Guru Besar FHUI, Prof. Sulistyowati dan Prof. Topo Santoso.

Dua editor Buku 100 Tahun Pendidikan Tinggi Hukum di Indonesia, Guru Besar FHUI Prof. Sulistyowati dan Prof. Topo Santoso. Foto: RES
“Selama proses yang cukup panjang, kami mengajak rekan-rekan untuk berpartisipasi dalam menulis buku ini. Tujuannya adalah untuk merefleksikan 100 tahun perjalanan pendidikan hukum di Indonesia, serta hubungan antara ilmu hukum dan masyarakat,” ucap Prof. Sulistyowati dalam peluncuran buku tersebut.
Dia menjelaskan penulis dalam buku ini terdiri dari rekan-rekan akademisi, praktisi hukum, termasuk pengacara, hakim, hingga Hakim Mahkamah Agung. Selain itu, ada juga aktivis hukum yang memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, lingkungan, dan hak asasi manusia. Buku ini diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai perkembangan selama 100 tahun terakhir dan tetap dapat menjadi sumber wawasan dan refleksi.
Menyambung Prof. Sulis, Prof. Topo menuturkan awal mula penerbitan buku ini jauh sebelum tiga tahun lalu, dirinya bersama Prof. Sulis sudah terpikir bahwa peringatan 100 tahun adalah momen penting bagi FHUI. Karena itu, dia mengajak Prof. Sulis untuk bersama-sama menyiapkan buku ini.
“Buku ini telah melalui proses penulisan yang cukup panjang, dan dalam beberapa bulan terakhir kami mengejar penyelesaiannya dengan bantuan asisten editor. Terima kasih atas semua dukungan. Kami memohon maaf apabila ada kekurangan dalam buku ini, dan semoga buku tersebut dapat dinikmati oleh pembaca. Buku ini didedikasikan untuk peringatan 100 tahun FHUI,” katanya.
















